Monday, 3 August 2020

Klaim Produk Herbal untuk Penyembuhan dan Pencegahan COVID-19

#SiaranPersKemenristekBRIN

SIARAN PERS
KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI/BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
Nomor: 102/SP/HM/BKKP/VII/2020

Penjelasan Kemenristek/BRIN tentang Klaim Produk Herbal untuk Penyembuhan dan Pencegahan COVID-19

Jakarta - Sehubungan dengan maraknya pemberitaan yang beredar di kanal media sosial beberapa hari terakhir tentang produk herbal COVID-19 yang diklaim sebagai obat penyembuh dan pencegah COVID-19 oleh sosok Hadi Pranoto (mengaku sebagai pakar mikrobiologi kadang juga disebut sebagai profesor) dalam wawancara melalui kanal Youtube seorang artis,  maka Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional memandang perlu memberikan penjelasan sebagai berikut:

1. Kemenristek/BRIN melalui Konsorsium Riset dan Inovasi untuk Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) selalu menghargai dan apresiasi setiap upaya riset dan inovasi dengan prosedur tertentu untuk dapat menangani pandemi COVID-19 yang menjadi perhatian kita semua.

2. Kemenristek/BRIN melalui Konsorsium Riset dan Inovasi untuk Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) menyatakan bahwa Hadi Pranoto tidak pernah menjadi salah satu anggota peneliti Konsorsium dalam tim pengembangan herbal imunomodulator yang dibentuk oleh Kemenristek/BRIN.

3. Kemenristek/BRIN melalui Konsorsium Riset dan Inovasi Untuk Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) dalam hal ini tidak pernah memberikan dukungan uji klinis obat herbal produksi Bio Nuswa yang diakui oleh Hadi Pranoto telah diberikan kepada pasien di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet. Setiap pelaksanaan uji klinis harus mendapatkan persetujuan pelaksanaan uji klinis seperti oleh BPOM dan ethical clearance yang dikeluarkan oleh Komisi Etik.

4. Masyarakat kami himbau agar berhati-hati terkait produk herbal yang belum terbukti kebenarannya untuk dicek ke sumber resmi terpercaya seperti Kemenkes atau BPOM. Setiap klaim yang disebutkan harus melewati kaidah penelitian yang benar dan melakukan uji klinis sesuai protokol yang disetujui oleh BPOM. Kemenristek/BRIN akan terus memantau dan menindaklanjuti berita/isu ini serta akan terus memperbaharui informasi sesuai data terkini terkait dengan riset dan inovasi untuk percepatan penanganan COVID-19.

5. Berita/isu tersebut tidak dirilis resmi oleh Kemenristek/BRIN, melainkan murni atas nama pribadi yang bersangkutan. Berita/isu yang disampaikan sama sekali tidak ada hubungannya dengan kegiatan Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19.

Menanggapi berita/isu tersebut, Ali Ghufron Mukti sebagai Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi COVID-19 menegaskan, "Saya menghimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dengan isu yang menyebutkan bahwa telah ditemukan obat herbal untuk pencegahan COVID-19 apabila bukan dikeluarkan secara resmi atau dibenarkan oleh instansi terkait seperti BPOM, Kemenkes, Kemenristek/BRIN atau kementerian/lembaga pemerintah lainnya, terimakasih".

Indriyani
Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kemenristek/BRIN
Masteria Yunovilsa Putra
Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI
[https://www.infotangsel.co.id/2020/08/klaim-produk-herbal-untuk-penyembuhan.html]

Twitter: @KemenristekBRIN
Facebook: Kementerian Riset dan Teknologi/BRIN
Instagram: @kementerianristekbrin
YouTube: Kemenristek/BRIN
Website: https://ristekbrin.go.id

#Kemenristek/BRIN-PeduliCovid-19
#InovasiIndonesia
#KerjaBerdampak
#BikinIndonesiaMaju
#SDMUnggul
#IndonesiaMaju
#SDMUnggulanIndonesiaMaju
#RistekBRIN
#RistekBRINBranding
INFOTANGSEL.CO.ID
[https://www.infotangsel.co.id/2020/08/klaim-produk-herbal-untuk-penyembuhan.html]

----------------------------

Berita di Medsos:

Lanjutan copas dari Prof.  Sunaryati :

Siapakah Profesor Hadi Pranoto, yang katanya profesor mikrobiologi penemu antibodi anti-covid-19?

*

Pagi ini, lagi2 dikejutkan dengan video ini yang katanya seorang profesor mikrobiologi penemu antibodi anti-Covid-19.

Klaim yg fantastis ... Bahkan beliau mengklaim meneliti virus sejak tahun 2000 (sejak 20 tahun yg lalu), juga meneliti virus influenza (H5N1), SARS-CoV, dan MERS-CoV.

Kami lacak ke google scholar, scopus, hasilnya NIHIL. Memang ada nama hadi pranoto, tapi bukan Hadi Pranoto yg muncul dalam video ini.

Meneliti virus sejak 20 tahun, tanpa ada satu pun publikasi ilmiah, bahkan di jurnal ecek2 sekalipun? Terus tiba2 muncul sebagai "superhero" penemu antibodi anti-covid-19?

Wow ... kalau bener bapak ibi bisa publikasi di Nature, Science, terus tahun depan bisa dapat Nobel, pak.

Tahu nggak sih beliau ini, antibodi itu apa? Terus penelitiannya kalau membuktikan ini, harus dilakukan di institusi dengan minimal BSL3. Lha emang dia punya Lab BSL3? Punya cell line yg sesuai nggak, pak? Terus dimana bikin antibodinya? Sesuai prinsip GMP atau nggak? Jangan2 cuma cairan keruh aja itu produknya?

Ternyata, lagi2 saya nemu orang dengan klaim "profesor mikrobiologi". Ini orang kedua yg saya temui.

Orang pertama adalah Profesor Ainul Fatah alias Sukardi. Saya pernah menyusup ke seminarnya di Sidoarjo atas bantuan seorang teman. "Penemu" pobiotik siklus. Saya punya tanda tangan sertifikat atas nama beliau setelah ikut seminarnya.

Katanya, Prof Sukardi ini dicari2 CIA. Ketika dia masuk ruang seminar, kita tidak boleh foto, nggak boleh ambil video. Pokoknya g boleh ada yg tau dia di mana, rumahnya di mana. Pokoknya rahasia, krn "aset negara".

(Niat banget saya malam2 naik kereta dari Jogja hanya utk ndatengin profesor jadi2an ini).

Bermimpi suatu hari masyarakat Indonesia cerdas dalam menyikapi klaim2 seperti ini.

Kepada Bapk, Ibu, mas, mbak, adek2, yg udah nonton video ini, tidak perlu ditonton sampai selesai, banyak info yang tidak benar. Meski saya tidak perlu rinci satu2, nti kepanjangan.

Salam sehat!! Semoga kita tetap waras.

Ini link googlescholar saya, siapa tau ada yg mencari, meski saya masih peneliti pemula:

https://scholar.google.co.id/citations?hl=en&user=69FHXg8AAAAJ

----------------------------------------------------
TAMBAHAN info :
Ini Hadi Pranoto adalah penyelenggara pesta  tasukuran kitanan (ngundang pedangdut Rhoma Irama) di Kab Bogor, melanggar aturan PSBB (kerumunan). Kasus ini belum tuntas, sdh disusul dgn kasus penyesatan/ sebar informasi  yg salah ke publik.


--------------------------

Berita dari KOMPAS:


Menurut Hadi pembuatan obat Covid-19 ini bukan semata-mata mencari keuntungan melainkan bagaimana caranya menyelamatkan bangsa dan negara.

"Bagi saya apapun bentuknya saya dan Tim tetap bekerja untuk kemanusiaan," kata Hadi Pranoto saat diwawancarai di Bogor (3/8/2020).

Ia juga mengklarifikasi bahwa dirinya memang bukan dokter sehingga tidak ada di database Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

"Saya memang bukan dokter, jadi di database-nya IDI pasti saya tidak ada karena saya bukan dokter. Dan saya tidak ada keterikatan saya dengan IDI," ujar Hadi.

Ia pun mengatakan bahwa ia adalah tim riset yang melakukan penelitian untuk kepentingan darurat kemanusiaan Covid-19.

Ia juga menjawab soal gelar profesor yang ditanyakan pihak lain.

"Saya sampai saat ini belum mendeclare saya siapa dan dari mana, tapi saya disini mendeclare saya adalah ketua tim riset penelitian untuk kepentingan darurat kemanusian COvid-19," jelas Hadi.

0 comments:

Post a comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India