Monday, 31 August 2020

Indonesia Menangis: Hari ini telah 100 orang dokter yg dilaporkan meninggal terkait Covid19

INDONESIA MENGHENINGKAN CIPTA
Hari ini telah 100 orang dokter yg dilaporkan meninggal terkait Covid19:

1. Prof. DR. dr. Iwan Dwi Prahasto (Guru Besar FK UGM)
2. Prof. DR. dr. Bambang Sutrisna (Guru Besar FKM UI/IDI Jakarta Timur)
3. dr. Bartholomeus Bayu Satrio (IDI Jakarta Barat)
4. dr. Exsenveny Lalopua, M.Kes (IDI Kota Bandung)
5. dr. Hadio Ali K, Sp.S (IDI Jakarta Selatan)
6. dr. Djoko Judodjoko, Sp.B (IDI Bogor)
7. dr. Adi Mirsa Putra, Sp.THT-KL (IDI Bekasi)
8. dr. Laurentius Panggabean, Sp.KJ (IDI Jakarta Timur)
9. dr. Ucok Martin Sp. P (IDI Medan)
10. dr. Efrizal Syamsudin, MM (IDI Prabumulih)
11. dr. Ratih Purwarini, MSi (IDI Jakarta Timur)
12. Laksma (Purn) dr. Jeanne PMR Winaktu, SpBS (IDI Jakarta Pusat)
13.  Prof. Dr. dr. Nasrin Kodim, MPH (Guru besar Epidemiologi FKM UI)
14. Dr. Bernadette Sp THT meninggal di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo (IDI Makassar)
15. DR.Dr. Lukman Shebubakar SpOT (K) (IDI Jakarta Selatan)
16. Dr Ketty di RS Medistra (IDI Tangerang Selatan)
17. Dr. Heru S. meninggal di RSPP (IDI Jakarta Selatan)
18. Dr. Wahyu Hidayat, SpTHT (IDI Kab. Bekasi)
19. Dr. Naek L. Tobing, SpKJ (IDI Jakarta Selatan)
20. Dr. Karnely Herlena (IDI Depok)
21. Dr. Soekotjo Soerodiwirio SpRad (IDI Kota Bandung)
22. Dr. Sudadi, MKK, SpOK (IDI Jakarta Pusat)
23. Prof. Dr. H. Hasan Zain, Sp.P (IDI Banjarmasin)
24. Dr. Mikhael Robert Marampe (IDI Kab. Bekasi)
25. Dr. Berkatnu Indrawan Janguk (IDI Surabaya)
26. Dr. Irsan Nofi Hardi Nara Lubis, Sp.S (IDI Medan)
27. Dr. Boedhi Harsono (IDI Surabaya)
28. Dr. Soeharno (IDI Kediri)
29. Dr. Amir Hakim Siregar SpOG (IDI Batam)
30. Dr. Ignatius Tjahjadi SpPD (IDI Surabaya)
31. Dr. Esis Prasasti Inda Chaula, SpRad (IDI Tegal)
32. Dr. Hilmi Wahyudi (IDI Gresik)
33. DR. dr Heru Prasetya, SpB, SpU (IDI Banjarmasin)
34. dr. Miftah Fawzy Sarengat (PPDS FK Unair, RS Soetomo, IDI Balikpapan)
35. dr. Bendrong Moediarso, SpF, SH (IDI Surabaya)
36. dr. H. Dibyo Hardianto (IDI Bangkalan)
37. dr. Deny Dwi Yuniarto (IDI Sampang)
38. dr. Gatot Prasmono (IDI Sidoarjo)
39. dr. Sukarno (IDI Sidoarjo)
40. dr. Arief Basuki SpAn (IDI Surabaya)
41. dr. Herry Nawing SpA (IDI Makassar)
42. dr. Theodorus Singara SpKJ (IDI Makassar)
43. dr. Nyoman Sutedja, MPH (IDI Denpasar)
44. dr. Putri Wulan Sukmawati (PPDS Anak FK Unair/RS Soetomo Surabaya)
45. dr. Sang Aji Widi Aneswara (IDI Semarang)
46. dr. Elianna Widiastuti (IDI Semarang)
47. dr. Agus Pramono (IDI Sidoarjo)
48. dr Ane Roviana (IDI Jepara)
49. dr. Sovian Endi (IDI Grobogan)
50. dr. Pepriyanto Nugroho (IDI Blitar)
51. dr. Ahmadi NH, Sp.KJ (IDI Semarang)
52. dr. Zulkiflie Saleh (IDI Banjarmasin)
53. dr. Abdul Choliq (IDI Probolinggo)
54. Prof. dr. H. Mgs. Usman Said, SpOG (K) (IDI Palembang)
55. dr. H. Khiarul Saleh, SpPD (IDI Palembang)
56. dr. Anna Mari Ulina Bukit (IDI Medan)
57. dr Herwanto SpB (IDI Kisaran)
58. dr. Maya Norismal Pasaribu (IDI Labuhan Batu Utara)
59. dr. Budi Luhur (IDI Gresik)
60. dr. Deni Chrismono Raharjo (IDI Surabaya)
61. dr Arif Agoestono Hadi (IDI Lamongan)
62. dr. Djoko Wiyono (IDI Surabaya)
63. Prof. Dr. dr. Andi Arifuddin Djuanna, SpOG (K) (IDI Makassar)
64. dr. Aldreyn Asman Aboet, SpAN, KIC (IDI Medan)
65. dr. M. Fahmi Arfa'i (IDI Semarang)
66. dr. M. Ali Arifin (IDI Sidoarjo)
67. dr. M. Hatta Lubis, SpPD (IDI Padang Sidempuan)
68. dr. Elida Ilyas, SpKFR (K) (IDI Jakarta)
69. dr. I Wayan Westa, Sp.KJ (K) (IDI Denpasar)
70. dr. Sony Putrananda (IDI Blitar)
71. dr. H. Muhammad Arifin Sinaga, MAP (IDI Langkat)
72. dr. Andhika Kesuma Putra, Sp.P (K) (IDI Medan)
73. dr. Edi Suwasono (IDI Kota Malang)
74. dr. Ahmad Rasyidi Siregar, SpB (IDI Medan)
75. dr. HM Syamsu Rizal (IDI Natuna)
76. dr. Dennis (IDI Medan)
77. dr. Adnan Ibrahim, SpPD (IDI Makassar)
78. dr. I Nyoman Sueta (IDI Denpasar)
79. dr. Paulus Sp.PD (IDI Jakarta Pusat)
80. dr. Sulis Bayu Sentono, dr., M.Kes., Sp.OT (K) (IDI Surabaya)
81. Prof. Dr. dr. R. Mohammad Muljohadi Ali, Sp.FK (IDI Malang Raya)
82. dr. Hery Prasetyo (IDI Blora)
83. dr. Sriyono (IDI Balikpapan)
84. dr. Sabar Tuah Barus SpA (IDI Medan)
85. dr. John Edward Feridol Sipayung (IDI Siantar Simalungun)
86. dr. Ach. Chusnul Chuluq Ar, MPH (IDI Malang Raya)
87. dr. Fatoni (IDI Ogan Komuring Ulu)
88. dr. Asriningrum Sp.S (IDI Mataram)
89. dr. R. Nurul Jaqin SpB (IDI Yogyakarta)
90. dr. Donni (IDI Deli Serdang)
91. dr. Adi Rahmawan (IDI Depok)
92. dr. Riyanto SpOG (IDI Tuban)
93. dr. Muh. Rum Limpo SpB (IDI Selayar)
94. dr. Titus Taba SpTHT-KL (IDI Sorong)
95. dr. H. Edisyahputra Nasution (IDI Samarinda)
96. dr. I Made Widiartha Wisna (IDI Buleleng)
97. dr. Nastiti Noenoeng Rahajoe, SpA (K) (IDI Jakarta Pusat)
98. dr. Daud Ginting, SpPD (IDI Medan)
99. dr. Aris Sugiharjo, SpPD (IDI Banjarmasin)
100. dr. Edwin Marpaung, SpOT(K) (IDI Medan)
[https://www.infotangsel.co.id/2020/08/indonesia-menagis-hari-ini-telah-100.html]

IDI Catat 100 Dokter Meninggal karena Terinfeksi Covid-19
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat sebanyak 100 dokter meninggal dunia sejak pandemi virus corona (Covid-19) menghantam Indonesia lima bulan terakhir. Berdasarkan laporan IDI, seluruh dokter tersebut telah dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.
"IDI mencatat dokter yg meninggal dunia dengan Covid-19 sudah genap 100 orang, mari mendoakan tempat kembali yg terbaik bagi almarhum dan almarhumah," kata Humas IDI, Halik Malik saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (31/8).

Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Daeng Faqih menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya 100 orang rekan sejawatnya. Ia juga menyampaikan ucapan duka kepada petugas kesehatan lainnya yang telah gugur.(...teruskan baca di bawah ini...)
[https://www.infotangsel.co.id/2020/08/indonesia-menagis-hari-ini-telah-100.html]

Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Daeng Faqih menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya 100 orang rekan sejawatnya. Ia juga menyampaikan ucapan duka kepada petugas kesehatan lainnya yang telah gugur.

"Sejawat dokter yang gugur dalam penanganan Covid-19 sudah mencapai 100. Demikian juga petugas kesehatan lainnya yang gugur juga bertambah," ujarnya.

Untuk diketahui, BPS mencatat jumlah dokter di Indonesia pada 2019 sebanyak 81.011 orang. Sebaran terbanyak terpusat di Pulau Jawa yakni DKI Jakarta 11.365 orang, Jawa Timur 10.802, Jawa Tengah 9.747, dan Jawa Barat 8.771.

Platform Informasi dan Data Covid-19 Indonesia, Pandemic Talks sempat melakukan analisis kematian dokter menggunakan data IDI per 21 Agustus.

Pandemic Talks melihat sekitar 59,3 persen dokter meninggal berada pada usia lanjut, dan 40,7 persen berada di usia kurang dari 50 tahun. Kasus kematian dokter juga banyak terjadi pada dokter umum, yakni 54,7 persen, sementara dokter spesialis 45,3 persen.

"Hanya 12 persen korban yang spesialisasinya secara khusus memang merawat covid-19, Ahli Penyakit Dalam (IPD), Ahli Paru, Ahli Anastesi, usia gak hanya tua saja yang jadi korban, sebagian besar juga dokter umum " kata kata Inisiator Pandemic Talks, Muhammad Kamil, kepada CNNIndonesia.com belum lama ini.

Selan itu, kematian dokter setelah terpapar Covid-19 juga terbanyak berada di pulau Jawa, yakni sebesar 65 persen kasus dokter meninggal. Sementara persentase kasus dokter meninggal terendah ada di Bali yaitu 3 persen.
(mln/fra)
Source : https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200831100149-20-541021/idi-catat-100-dokter-meninggal-karena-terinfeksi-covid-19


100 Rekan Sejawatnya Meninggal karena Virus Corona, Dokter dan Perawat di Italia Trauma
Para dokter dan perawat di Italia mengalami trauma setelah lebih dari 100 rekan sejawat mereka meninggal karena virus corona. Di tengah duka yang dirasakan, tim medis berusaha tetap bertugas secara profesional setelah banyak kolega mereka terpapar dan harus dikarantina. Lebih dari 12.000 pekerja kesehatan di Italia positif terinfeksi virus corona, seperti dilaporkan Sky News Senin (6/4/2020).
[https://www.infotangsel.co.id/2020/08/indonesia-menagis-hari-ini-telah-100.html]

Di salah satu rumah sakit di Brescia, kawasan Lombardy, lebih dari 300 staf medis di sana terpapar virus bernama resmi SARS-Cov-2 itu. Wali Kota Emilio Del Bono meminta bantuan setelah ruang perawatan intensif Spedali Civili harus dikosongkan. Sebab, mereka kekurangan staf yang sehat. Kepada Sky News, Direktur Unit Penyakit Menular Spedali Civili, Profesor Francesco Castelli, mengungkapkan tekanan psikologis yang mereka terima. "Kami sampai bertanya siapa berikutnya (terinfeksi). Tentu saja ini berpengaruh karena selain kolega, kami juga teman," kata Castelli. Salah satu tekanan yang diungkapkan Castelli, pekerja medis begitu takut jika menularkannya ke keluarga ketika mengisolasi diri di rumah. Castelli menuturkan, mereka terpaksa terisolasi di rumah selama satu bulan karnea takut jika ada keluarganya yang sampai terpapar.

"Jika Anda menyatukannya, beban kerja, rasa lelah, capek yang kami alami, tentu ini menguras psikologi kami," papar Profesor Castelli. Laporan Sky News kemudian beralih ke satu dari rumah sakit yang khusus difokuskan bagi penanganan Covid-19 di ibu kota Italia, Roma. Fasilitas tersebut memang belum terisi penuh. Tetapi staf di Rumah Sakit Covid 3 sudah bekerja lebih dari masa tugas mereka. Direktur kesehatan Antonio Marchese kemudian menunjukkan ruang perawatan intensif, dan menyebut bahwa situasi di sana pesante. Secara harafiah, arti pesante adalah "berat". Menunjukkan bagaimana dokter dan perawat bekerja 14 jam sekali sif di tengah ketakutan mereka akan wabah.

Marchese menerangkan, mereka bekerja secara sukarela dan memberikan kemampuan terbaik saat bertugas di garda terdepan dalam merawat pasien. Dia mengatakan bahwa tim medis bekerja dengan sangat hati-hati, dan mengikuti segala prosedur agar mereka tidak tertular. Meski begitu, rasa ketakutan tetap ada di kalangan medis, di mana mereka menyebut virus corona ini "menghantam bagaikan tsunami". Di tengah perjuangan para pakar memahami wabah, bukti yang ada memperlihatkan pekerja di garis depan risikonya lebih besar. "Tapi, situasinya kami temukan ketika isu ini sudah membesar," terang Flavia Ricardo, peneliti di Institut Kesehatan Publik.

 Ricardo menjelaskan, satu hal yang mereka ketahui dari virus ini adalah mereka bisa menular dengan sangat baik di layanan kesehatan. Dia memaparkan penyakit ini biasanya ditularkan melalui tetesan besar. Tetapi dalam perkembangannya, menyebar melalui udara. "Jadi wabah ini menyebar cepat. Tentu, mereka yang berisiko terpapar adalah mereka yang melakukan kontak dengan pasien, dan terlibat dalam prosedur medis," jelasnya. Sky News memberitakan, generasi dokter dan perawat di Negeri "Pizza" saat ini tetap bekerja sembari memastikan diri mereka selamat dari situasi yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. "Keadaan yang telah meninggalkan Italia dalam kondisi trauma dan saat ini, telah menyebar di seluruh dunia," ulas Sky News.

Source : https://www.kompas.com/global/read/2020/04/06/165753670/100-rekan-sejawatnya-meninggal-karena-virus-corona-dokter-dan-perawat-di?page=all.

0 comments:

Post a comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India