Wednesday, 19 August 2020

Bisa Dicoba! 10 Bisnis Ini Laris Manis Saat Pandemi Virus Corona

Krisis akibat virus COVID-19 telah menghancurkan berbagai sektor bisnis dan ekonomi. Namun, di balik keganasan pandemi ini, masih ada sebagian kecil entrepreneur yang justru melihat peluang untuk dikembangkan.

Berbagai inovasi terus dilakukan sehingga bisnis yang dijalankan bisa tetap survive dan bertahan di tengah krisis Covid-19 ini. Yuswohady, Managing Partner Inventure dalam laporannya menyebutkan sedikitnya terdapat 50 inovasi yang dilakukan perusahaan untuk bertahan bahkan menyalip para pesaingnya di tengah krisis.

Berikut 10 ide inovasi paling sederhana yang dapat diikuti oleh para pelaku usaha kecil dan menengah seperti dikutip dari The 50 Survival Innovation Ideas That Matter dari Inventure Knowledge.

1. “Kopi Seliter” @Home

Di saat semua orang di rumah, konsumsi produk kuliner rumahan family-size package meningkat. Hal ini dimanfaatkan oleh pemilik coffee shop untuk membuat produk yang bisa dinikmati di rumah bersama keluarga. Pemain lokai seperti Kopi Tuku, Kopi Toko Djawa dan Bahagia Kopi mengeluarkan varian “Kopi Seliter” untuk segmen konsumen yang ingin menikmati kopi di rumah.

2. Travelogistics

Perusahaan travel terpuruk dengan pemberlakuan PSBB. Maka perusahaan seperti Cititrans, Daytrans dan Big Bird harus melakukan survival innovation agar tidak gulung tikar dengan beralih fungsi dari mengantar penumpang ke mengantarkan barang. Layanan kirim paket, same-day delivery, dan jemput paket menjadi unggulan saat ini. Istilah Travelogistic menjadi strategi utama mereka menciptakan revenue stream di tengah amukan wabah.

3. On-Demand Cleaning Services

Selama wabah permintaan terhadap produk/layanan kesehatan meningkat pesat. Ini merupakan peluang bagi sektor perhotelan dengan melakukan utilisasi aset yang mereka miliki yaitu kompetensi di bidang housekeeping khususnya cleaning services. Maka Hotel Teraskita (by Dafam) dan Hotel Ambhara meluncurkan layanan “on-demand cleaning service” dengan label kebersihan prima “berkelas hotel” ke rumah-rumah.

4. Home Leisure Wear

Pembelian produk fesyen kian turun kala masyarakat tidak keluar rumah. Tapi brand fesyen tak kehilangan akal. Mereka mendorong tren “homeleisure wear” walaupun di rumah tapi pakaian tetap fashionable karena bisa dipamerkan via Instagram. ( baca terus 6 items bisnis lainnya di bawah...)
[https://www.infotangsel.co.id/2020/08/bisa-dicoba-10-bisnis-ini-laris-manis.html]
Brand global H&M misalnya, membesut campaign #AtHomeWithHM mempromosikan produk fesyen pajama & loose style. Ketika hashtag #OnePajamaForTheWholeCNY booming viral saat tahun baru Cina, Dodococo brand fesyen, menggelar campaign #WorkFromHome dan #PajamaChallenge.

5. “Untouchable” Product

Penyebaran virus corona yang cepat membuat semua orang menjadi was-was untuk bersentuhan dengan apapun. Contactless lifestyle akan menjadi new normal. Maka TOTO mengeluarkan produk sanitary yang memungkinkan penggunanya tidak perlu memegang atau menekan tombol apapun ketika menggunakannya. Ditambah dengan fitur ultraviolet yang membuat penggunanya lebih aman terhindar dari bakteri. Inovasi ini merupakan respon terhadap perubahan perilaku konsumen saat wabah merebak.

6. Coronassurance for Fear Customers

Walaupun daya beli menurun, namun saat ini asuransi kesehatan merupakan salah satu yang sangat dibutuhkan oleh konsumen. Untuk memproteksi konsumen dari Covid-19, AstraLife mengeluarkan produk asuransi yang memproteksi nasabahnya dari penyakit ancaman Covid-19. Ditambah dengan fitur online yang memungkinkan nasabah membeli asuransi tanpa ke luar rumah, survival innovation ini menjadi penyelamat perusahaan asuransi.

7. Frozen Food Is the New Normal

Permintaan produk frozen food semakin meningkat di kala mereka tak bisa berpergian ke luar rumah. Apalagi emak-emak milenial memang tidak piawai memasak, sehingga mereka memasak yang mudah-mudah (simple cooking). Kondisi ini dimanfaatkan Es teler 77 dan Hokben untuk mengeluarkan varian produk frozen dan “ready to eat” untuk mengantisipasi pelanggan dine-in yang terus merosot.

8. WFH = “Work from Hotel”

Staycation akan menjadi new normal pasca Covid-19. Karena itu hotel seperti The Trans di Bandung menawarkan paket staycation dengan konsep “Pay Now, Save More“, bayar sekarang untuk menginap 3 bulan ke depan setelah Covid-19 lewat, dengan diskon yang sangat menarik. Begitu juga hotel-hotel di Bali menawarkan paket “Work from Hotel” dengan bargain price yang tak bisa ditolak konsumen. Sementara aplikasi penyewaan properti Travlio menawarkan “Work from Apartment“.

9. Beauty On-Demand

Ketika konsumen harus tinggal di rumah dan tak bisa mengunjungi klinik kecantikan untuk mendapatkan treatment, maka beberapa klinik kecantikan melakukan strategi jemput bola menyambangi pelanggan. Salah satunya adalah ERHA yang meluncurkan beberapa layanan mulai dari drive-thru treatment dimana konsumen bisa melakukan suntik vitamin C di mobil, virtual consultation, hingga membeli produk mereka secara online dan dikirim ke rumah.

10. Resto Experience @ Home

Sektor resto & kafe paling terdampak oleh Covid-19 karena tidak ada konsumen yang dine-in. Karena itu mereka melakukan survival innovation menghadirkan “resto experience” di rumah konsumen. Magal, Raa Cha dan Shabu Jin menghadirkan layanan home delivery “BBQ at home”. Mulai dari bahan makanan, condiment, sampai alat masak dan piringnya semua disediakan dan dikirim ke rumah.
[Source : https://entrepreneur.bisnis.com/read/20200507/263/1237680/bisa-dicoba-10-bisnis-ini-laris-manis-saat-pandemi-virus-corona ]
[https://www.infotangsel.co.id/2020/08/bisa-dicoba-10-bisnis-ini-laris-manis.html]
------------


9 Jenis Usaha yang Mengalami Peningkatan di Masa Pandemi
Pandemi yang kian mengganas tidak hanya mengancam kesehatan, namun juga perekonomian di setiap negara. Dalam jangka waktu yang masih belum bisa dipastikan hingga semuanya dapat kembali normal, kondisi ini memaksa banyak orang untuk beradaptasi dengan berbagai perubahan, seperti bekerja dari rumah.

Meski demikian, beberapa kategori pekerjaan yang dapat dikerjakan dari rumah justru mengalami peningkatan, baik dalam hal permintaan maupun pendapatan.

Berikut ini adalah 9 Jenis Usaha yang Mengalami Peningkatan :

Pengembangan Perangkat Lunak
Di masa yang mengharuskan setiap orang untuk menetap di rumah demi melindungi diri dan keluarga terhadap wabah Corona, justru meningkatkan peluang bagi pengembang perangkat lunak untuk meningkatkan penghasilannya.

Ditutupnya berbagai tempat kegiatan seperti sekolah dan sebagian perusahaan, memaksa orang-orang untuk melanjutkan kegiatannya dari rumah dengan mengandalkan Komputer sepanjang hari. Sementara kebutuhan akan berbagai aplikasi yang dapat membantu untuk dapat terhubung dengan mudah satu sama lain, melacak proyek dan berkomunikasi lebih efektif menjadi beberapa diantaranya yang semakin dibutuhkan.

Desain Grafis
Di saat seperti ini, komunikasi visual lebih digemari dan desain grafis adalah bidang yang dapat membantu mewujudkannya. Desainer akan sangat diminati karena komunikasi telah menjadi begitu penting untuk branding, penjualan, informasi dan dukungan pelanggan.

Menulis
Informasi menjadi hal yang sangat penting dan berharga, terutama di saat seperti ini, di mana perkembangan situasi terkait wabah menjadi salah satu topik utama. Namun dalam merangkai kata-kata, keakuratan informasi tetap harus dijaga agar tidak berubah menjadi hoax dan menyesatkan banyak orang.

Pemasaran Digital
Pemasaran sudah sangat jauh berkembang dan sudah tidak lagi relevan jika membayangkannya hanya berupa pembuatan logo dan brosur cetak. Kini pemasaran banyak dilakukan melalui jalur internet dan menggabungkan berbagai komponen digital lainnya untuk dapat meraih konsumen secara luas.

Instruktur Online
Banyak perguruan tinggi dan universitas telah dipindahkan ke ruang kelas digital. Bahkan anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya untuk itu mungkin saja dikurangi. Tetapi kebutuhan untuk pendidikan tidak pernah berkurang, justru sebaliknya semakin bertambah. Ini adalah kesempatan besar emas orang-orang yang memahami teknologi dan cara mengajar dalam lingkungan online.

Dukungan Pelanggan
Umumnya, perusahaan sudah memiliki tim yang bekerja untuk memberikan dukungan dan menangani keluhan pelanggan. Tetapi, dalam situasi seperti ini kebutuhan akan perwakilan yang dapat melayani kebutuhan tersebut akan semakin meningkat karena kehadiran secara fisik akan semakin sulit untuk didapatkan.

Toko Online
Pembatasan bagi siapa saja untuk ke luar rumah menjadikan belanja online sebagai pilihan alternatif yang semakin menarik. Ini adalah peluang besar bagi pemilik toko online untuk mempromosikan dan lebih meningkatkan penjualan produknya.

Dengan memegang teguh prinsip kejujuran dan menjaga kualitas layanan terbaik, maka pelanggan yang puas akan tetap setia dan kembali melakukan order untuk jangka yang panjang.

Kuliner Online
Jika Anda memiliki bakat memasak yang terpendam, kini adalah saat yang tepat untuk menggalinya. Keterbatasan untuk dapat menikmati hidangan di restoran atau tempat makan lainya memaksa mereka yang menginginkannya untuk melakukan pemesanan makanan secara online.

Kenikmatan hidangan yang Anda sajikan akan menyebar dengan cepat dari pelanggan yang satu ke calon pelanggan lainnya. Dan setelah wabah ini berhasil dilalui, mungkin Anda memiliki cukup banyak pelanggan untuk mengembangkannya menjadi sebuah restoran sambil terus berjualan secara online.

Jasa Pengiriman
Himbauan untuk tetap di rumah sebagai bentuk perlindungan menjadikan belanja online sebagai solusi untuk dapat memenuhi berbagai kebutuhan, dari kebutuhan dasar rumah tangga hingga kebutuhan lainnya.

Di saat seperti inilah jasa pengiriman memegang peranan yang semakin penting dan semakin dibutuhkan. Sebut saja dua jenis usaha di atas, toko online dan kuliner online. Tanpa adanya jasa pengiriman maka kedua usaha tersebut akan pincang atau bahkan lumpuh.

Lalu apakah paket yang dikirim cukup aman terhadap penyebaran virus Corona? Temukan jawabannya di sini.

(accnews / various sources)



0 comments:

Post a comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India