Wednesday, 15 January 2020

Peresmian Pura Parahyangan Agung Bhuwana Raksati Tigaraksa - Kab Tangerang 20 Januari 2020

Keindahan Pura Parahyangan Agung Bhuwana Raksati - Tigaraksa  - Kabupaten Tangerang

Suatu kehormatan bahwa saya sebagai seorang Pastor Katholik diundang  dalam peresmian Pura Parahyangan Agung Bhuwana Raksati - Tigaraksa  - Kabupaten Tangerang pada tanggal 10 Januari 2020. Pura ini sangat indah, batu-batu berasal dari Gunung Di Bali, dan sangat sejuk karena dikelilingi pohon-pohon yang rimbun dan asri. 

Di Pura itu membuat saya merasa berada di Candi Prambanan pada waktu saya masih kecil dan juga serasa di Bali.

Pura  itu memberikan. Kedamaian batin bagi siapa saja yang berkunjung.
Pura itu bisa menjadi salah satu tempat wisata rohani di Kabupaten Tangerang.
By
Salam kebajikan 
Rm Felix Supranto, SS.CC/Media Kodim 0510 Tigaraksa
[https://www.infotangsel.co.id/2020/01/peresmian-pura-parahyangan-agung.html]

Tuesday, 14 January 2020

KARENA BERBAGI ITU INDAH


Yang putranya ada yg kelas 3 SMA/SMK....ayo siap2....Inilah DAFTAR tempat KULIAH GRATIS dan IKATAN DINAS 2020. Tolong Bagikan kepada keluarga dan orang - orang yang membutuhkan ! GRATIS dan IKATAN DINAS 2020
sekolah kedinasan
[https://www.infotangsel.co.id/2020/01/karena-berbagi-itu-indah.html]
Mohon diinfokan kepada Siswa dan atau orang tua yg ingin menyekolahkan lanjut putra/i nya berikut Daftar Perguruan Tinggi Ikatan Dinas dan Beasiswa, yaitu:

1. Akademi Ilmu Pemasyarakatan Jakarta, Jalan Raya Gandul Cinere, Jakarta selatan, website www.depkumham.go.id

2. Akademi Kimia Analis Jawa Barat, Jalan Ir H Juanda 7, Bogor, website www.aka.ac.idn

3. Akademi Pimpinan Perusahaan Jakarta, Jalan Timbul 34, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, website www.app-jakarta.ac.id

4. AKAMIGAS-STEM – Akademi Minyak dan Gas Bumi (Sekolah Tinggi Enerji dan Mineral) di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI. Lokasi kuliah Cepu, Jawa Tengah (Kawasan Rig dan pengeboran minyak) – Info bisa dilihat di www.akamigas-stem.esdm.go.id

5. Akmil - Akademi Militer RI. Untuk pendaftaran bisa search di www.akmil.go.id

6. Akpol - Akademi Kepolisian RI. Untuk pendaftaran bisa search di www.penerimaanp olri.go.id

7. Akademi Meteorologi dan Geofisika (AMG), BMG, Jalan Perhubungan I No 5, Komplek Metro, Pondok Betung, Bintaro, Tangerang, website www.amg.ac.id

8. Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS), BPS, Jalan Otto Iskandardinata No 64C, Jakarta Timur, website www.stis.ac.id

9. Sekolah Tinggi AKuntansi Negara (STAN), Jalan Bintaro Utama Sektor V, Bintaro Jaya, Tangerang, website www.stan.ac.id

10. MMTC – Sekolah Tinggi Multi Media Training Center di bawah
Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kominfo) Pendaftaran online di www.mmtc.ac.id Lokasi kuliah di Yogyakarta

11. Politeknik Kesehatan DEPKES Surabaya, Jalan Pucang Jajar Tengah 56, Surabaya, website www.poltekkesdepkes-sby.ac.id dan banyak lagi sekolah kesehatan gratis seperti ini.

12. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi, Jalan Cimandiri 34-38, Bandung, website www.lan.go.id

13. Sekolah Tinggi Manajemen Industri Jakarta, Jalan Letjen Suprapto 26, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, website www.stmi.ac.id.

14. Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Jalan Dr Setiabudi 186, Bandung, website www.stp- bandung.ac.id

15. Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia, Curug Banten, Jalan Raya PLP Curug, Tangerang, website www.stpicurug.ac.id

16. Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta, Jalan AUP, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, website www.stp.dkp.go.id.

17. Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional Yogyakarta, Jalan Tata Bumi 5, Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta, website www.stpn.ac.id

18. Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN), Jalan Raya Haji Usa, Desa Putat Nutug, Ciseeng, Bogor, website www.stsn-nci.ac.id

19. Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil Jawa Barat, Jalan Jakarta No 31, Bandung, website www.stttekstil.ac.id

20. Sekolah Tinggi Transportasi Darat Jawa Barat, jalan Raya Setu Km 3,5 Cibuntu, Cibitung, Bekasi, Jawa barat, website www.sttd.wetpaint.

22. STPDN/IPDN – Institut Pemerintahan Dalam Negeri di bawah Kementerian Dalam Negeri RI. Untuk pendaftaran bisa search di www.bkd.prov.go.id

23. STPN – Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional di bawah Badan Pertanahan Nasional RI. Pendaftaran online di www.stpn.ac.id Lokasi kuliah Yogyakarta

“KARENA BERBAGI ITU INDAH”
[https://www.infotangsel.co.id/2020/01/karena-berbagi-itu-indah.html]

Uluran Harapan Bagi Korban Banjir Warga Lebak Yang Mendapatkan Musibah Banjir


Begitu banyak rumah dan Pesantren rata dengan tanah.
Uluran Harapan Bagi Korban Banjir Di Cipanas - Lebak  - Banten
Pada hari Minggu, 12 Januari 2020, Romo Felix Supranto, SS.CC dan Para anggota Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakat (HAAK) Gereja Katolik St. Odilia Citra Raya, Pengembang Citra Raya, Polsek Panongan, Koramil 14 Panongan, dan Gusdurian berada di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten, untuk mengulurkan harapan bagi  korban Banjir.
[https://www.infotangsel.co.id/2020/01/uluran-harapan-bagi-korban-banjir-warga.html]
Dalam video ini sangat jelas begitu banyak rumah dan pesantren rata dengan tanah. Keadaan itu sangat menyentuh hati. Beberapa warga mulai mengeringkan barang-barang dan meletakkannya di pinggir jalan.
Beberapa warga juga sudah mulai berusaha membuat rumah. Para korban Banjir itu  pasti mengerjakannya sambil meneteskan air mata. Mereka pasti bertanya apakah mereka masih sanggup menjalani hidup dari nol lagi. 1200 anak santri mungkin juga bertanya apakah mereka masih bisa sekolah.

Karena itu, kami membawa bantuan untuk keperluan mereka dan sedikit bantuan untuk membeli semen. Bantuan itu tidak seberapa, tapi sebagai tanda empati  dengan para korban banjir.

Setelah menyaksikan video ini, kita doakan agar para korban banjir tetap berpengharapan di tengah situasi yang nampaknya tak ada harapan dan tetap kuat di tengah ketakberdayaan.
Salam Kebajikan
Report by
Rm Felix Supranto, SS.CC
Media Kodim 0510 Tigaraksa  & Polsek Panongan
[https://www.infotangsel.co.id/2020/01/uluran-harapan-bagi-korban-banjir-warga.html]

Sunday, 12 January 2020

HIJAU, INDAH, DAN BERMANFAAT


Polsek  Panongan, Koramil Panongan, Kecamatan Panongan, Tokoh Agama & Masyarakat, serta Elemen Lainnya Peduli Penghijuan 

Polsek Panongan, Koramil Panongan, Kecamatan Panongan, serta Tokoh Agama dan Masyarakat, pada hari Jumat,  10 Januari 2020, mengadakan acara “Peduli Penghijuan Dalam Rangka Hari Lingkungan Hidup Nasional dan Hari Sejuta Pohon Dunia”.  Kegiatan peduli penghijuan ini berupa penanaman pohon di  kebun, di samping Markas Polsek Panongan. Acara ini dipimpin oleh AKP Nana Supriatna, Kapolsek Panongan.




Kegiatan penghijuan ini dilaksanakan karena kesadaran akan pentingnya tumbuhan, serta manfaat  keberadaannya bagi kehidupan di alam semesta. Karena itu, jenis pohon yang ditanam adalah pohon buah-buahan, seperti pohon mangga dan durian. Selain dapat dinikmati oleh manusia, pohon-pohon itu dapat melindunginya, seperti  mencegah banjir.

Pohon pertama ditanam oleh AKP Nana Supriatna (Kapolsek Panongan) yang diikuti oleh Kapten Inf Budi Nuryanto (Danramil 14 Panongan), Perwakilan dari Kecamatan, Romo Felix Supranto, SS.CC (Gereja Katolik Santa Odilia Citra Raya), Bapak Frans (Manager Citra Raya), Ibu Wiwiek (Perwakilan dari Rumah Sakit Citra Hospitel),  Bhayangkari Polsek Panongan, dan anggota polsek dan koramil lainnya. 









Semua nampak bangga dengan tanamannya. “Lima tahun mendatang, kebun ini akan hijau, indah, dan berbuah”, kata  para hadirin dalam acara penghijuan ini.  








Tujuan kegiatan ini diterangkan oleh AKP Nana Supriatna (Kapolsek Panongan). AKP Nana Supriatna mengatakan : “Kegiatan penghijuan ini merupakan salah satu bentuk usaha untuk melestarikan alam dengan mencintainya agar generasi mendatang dapat menikmati keindahannya”.

Pohon-pohon yang telah tertanam itu seakan-akan berbisik : “Wahai Manusia, aku tercipta untukmu, rawatlah dan jagalah aku agar kamu tetap hidup”



Penulis
Romo Felix Supranto, SS.CC/Media Polsek Panongan & Koramil 14 Panongan








Hijaukan Bumi Demi Generasi Masa Depan Oleh Polsek Panongan Bersama Berbagai Elemen


“Hijaukan Bumi Demi Generasi Masa Depan” bersama Polsek Panongan dan Berbagai Elemen Masyarakat”. Menghijaukan Bumi merupakan wujud nyata sikap adil terhadap generasi selanjutnya.

Thursday, 9 January 2020

Berbagi Kasih Dengan Korban Banjir Desa Mayak - Lebak. Polsek, Koramil, camat, tokoh agama Panongan


Karena kondisi korban Banjir di Desa Mayak, Kecamatan Curug Bitung, Kab Lebak, Banten sangat memprihatinkan maka  Pada hari Selasa 07 Januari 2020 Polsek Panongan, Koramil Panongan, Kecamatan Panongan, tokoh agama dan masyarakat, Bhayangkari   turun langsung ke lokasi bencana untuk berbagi kasih dan mengunjungi para korban untuk memberikan kekuatan.

Rombongan Polsek Panongan dipimpin oleh AKP Nana Supriatna (Kapolsek), Koramil oleh Serka Samari, tokoh agama dan masyarakat diwakili oleh Romo Felix Supranto, SS.CC, Romo Richard, SSCC, Romo Tino (Gereja Katolik Santa Odilia Citra Raya), dan Ustad Maman. 

Allah punya cara untuk menolong korban banjir ini.
Mohon doakan Para korban banjir ini agar tabah dan tetap berpengharapan.
Salam kebajikan 
Romo Felix Supranto, SS.CC/ Media Polsek PANONGAN & Koramil 14 PANONGAN.
[https://www.infotangsel.co.id/2020/01/berbagi-kasih-dengan-korban-banjir-desa.html]

Wednesday, 8 January 2020

SINERGITAS DENGAN BERBAGAI ELEMEN MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN KEADILAN SOSIAL



(Penandaan Tahun Keadilan Sosial Di Paroki Citra Raya  Gereja Santa Odilia)

Pada hari Minggu, 05 Januari 2020, Paroki Citra Raya Gereja Katolik Santa Odilia mengadakan pembukaan tahun keadilan sosial. Tema tahun keadilan sosial  ini adalah Kita Adil, Bangsa Sejahtera. Penandaan tahun keadilan sosial ini adalah celengan dan pelepasan burung.  Celengan melambangkan kesabaran,  ketangguhan, dan kejujuran dalam perjuangan untuk semakin bersikap adil. Sedangkan makna  pelepasan burung adalah sifat kasih bagi semua makhluk.

Penandaan ini dimulai dengan penjelasan singkat tentang program-program pada tahun keadilan sosial oleh Yohanes Saman, Ketua Penggerak Tahun Keadilan Paroki Citra Raya Gereja Santa Odilia. Kemudian Romo Felix Supranto, SS.CC, Pastor Kepala Paroki Citra Raya  Gereja Santa Odilia, memasukkan uang ke dalam celengan dan diikuti oleh para anggota Dewan Paroki Harian. Setelah memasukkan uang ke dalam celengan, Romo Felix Supranto, SS.CC dan Yohanes Saman menandatangani banner “Kita Adil, Bangsa Sejahtera”.








Setelah Misa Kudus, penandaan  tahun keadilan dilanjutkan bersama dengan FORKOPIMDA (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) Kabupaten Tangerang, FORKOPIMCAM (Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan) Panongan, para ulama, dan organisasi kemasyarakatan. Hadir dalam acara ini adalah Mayor ARH Wayan Kariana yang mewakili Dandim 0510 Tigaraksa, Kompol Siregar yang mewakili Kapolresta Tangerang, Haji Supriyadi  mewakili  Kepala Kemenag Kabupaten Tangerang, Haji Yahya Erfan mewakili Ketua FKUB, AKP Nana Supriatna (Kapolsek Panongan), Serma Eko Mewakili Danramil 14 Panongan, Haji Anwar (Ketua MUI Kecamatan Panongan), Haji Asrim (Wakil Ketua MUI Kecamatan Panongan), Ustad Maman (Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Citra Raya), Ustad Jamaludin, Huda (Sekretaris GP Ansor Provinsi Banten), dan anggota Banser. Kehadiran para pimpinan daerah dan kecamatan serta para ulama dan organisasi kemasyarakatan ini menunjukkan bahwa untuk dapat mewujudkan keadilan sosial, sinergitas antar semua  unsur masyarakat diperlukan.







Acara dengan berbagai elemen masyarakat ini diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan “Indonesia Raya”. Setelah itu, dilanjutkan dengan sambutan. Sambutan diawali oleh Romo Felix Supranto, SS.CC yang menyampaikan bahwa mewujudkan sikap adil merupakan salah satu dari buah iman dan juga mengajak semua elemen masyarakat  untuk bekerjasama dalam mewujudkan keadilan sosial bagi masyarakat. Menurut Haji Yaya, pencanangan tahun keadilan sosial oleh Paroki Citra Raya Gereja Santa Odilia adalah cerdas dan melihat masa depan. Haji Yahya Erfan mengatakan bahwa keadilan sosial merupakan pergumulan dan perjuangan bersama, terutama masalah ekonomi. Kompol Siregar menyampaikan bahwa pencanangan tahun keadilan sosial merupakan langkah dari Paroki Citra Raya Gereja Santa Odilia dalam mengambil bagian untuk mewujudkan salah satu cita-cita bangsa Indonesia, yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.  AKP Nana Supriatna menyampaikan bahwa  selama ini banyak kegiatan sosial, seperti pembangunan rumah layak huni dan Jumat Ambang Desa, Berbagi Berkah, yang telah dilaksanakan dalam sinergitas dengan  berbagai macam elemen masyarakat Panongan.  Haji Supriyadi  menekankan bahwa mengamalkan Pancasila berarti memiliki kepekaan terhadap pergumulan kehidupan sesamanya. Kepekaan terhadap masalah sosial ini merupakan jalan untuk mencapai bangsa yang sejahtera.

Acara penandaan  tahun keadilan sosial Paroki Citra Raya Gereja Santa Odilia diakhiri dengan pelepasan burung. Semoga kasih sebagai roh dalam keadilan sosial menyebar ke berbagai tempat. 



Penulis
Rm Felix Supranto, SS.CC/ Media Polsek Panongan & Koramil 14 Panongan 

Infotangsel.co.id - WASPADA POTENSI HUJAN SEDANG HINGGA LEBAT DI WILAYAH JABODETABEK PERIODE TANGGAL 08-12 JANUARI 2020


UPDATE RELEASE BMKG
WASPADA POTENSI HUJAN SEDANG HINGGA LEBAT DI WILAYAH JABODETABEK PERIODE TANGGAL 08-12 JANUARI 2020
[https://www.infotangsel.co.id/2020/01/waspada-potensi-hujan-sedang-hingga.html]
Seperti yang telah dirilis BMKG sebelumnya bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi. Hasil analisis dinamika atmosfer menunjukkan aktivitas monsun Asia masih signifikan, gelombang atmosfer (MJO) masih aktif di wilayah Indonesia, pola konvergensi angin yang memanjang mulai dari Banten bagian utara hingga Nusa Tenggara sebagai akibat dari adanya pusat tekanan rendah di Barat Laut Australia dan Bibit Siklon Tropis di sekitar Teluk Carpentaria Australia, berpotensi cukup signifikan meningkatkan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia termasuk JABODETABEK.

Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG menyampaikan prakiraan potensi Hujan Sedang-Lebat di wilayah JABODETABEK sebagai berikut;

Tgl 08 Januari 2020
Diprediksikan potensi hujan dengan intensitas sedang dapat terjadi mulai siang hari di wilayah Bogor, Depok, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Tangerang Selatan, Bekasi bagian barat, dan pada malam hari di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Utara.

Tgl 09-10 Januari 2020
Potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat disertai angin kencang dan kilat / petir (thunderstorm) dapat terjadi mulai dini hari menjelang pagi hari terutama di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Tangerang, Bekasi, sebagian Depok dan Bogor.
Intensitas hujan dapat menurun pada pagi menjelang siang hari, dan berpeluang kembali meningkat pada sore menjelang malam.

Tgl 11-12 Januari 2020
Secara umum, kondisi hujan di wilayah JABODETABEK relatif berkurang dibandingkan dengan periode tanggal sebelumnya. Hujan dengan intensitas ringan-sedang masih dapat terjadi terutama di wilayah Bogor, Depok, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Bekasi, dan Tangerang.

Kondisi Pasang Naik Air Laut
Pasang naik maksimum di Teluk Jakarta dapat terjadi pada periode tanggal 09-12 Januari 2020 dengan ketinggian maksimum 0.6 meter, kondisi ini berpotensi menghambat laju aliran air sungai masuk ke laut di Teluk Jakarta.

Kesimpulan:
Hujan dengan intensitas sedang-lebat masih berpotensi terjadi di wilayah JABODETABEK pada periode 09-12 Januari 2020, namun tidak se-ekstrem hujan yang terjadi pada tanggal 01 Januari 2020.
Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti angin kencang, genangan, banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, dan jalan licin.

Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG membuka layanan informasi cuaca 24 jam, yaitu melalui:

- call center 021-6546315/18;
- http://www.bmkg.go.id;
- follow media sosial @infoBMKG;
- atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.

Jakarta, 08 Januari 2020
Deputi Bidang Meteorologi
Drs. R. Mulyono R. Prabowo M.Sc

Cb dicek nih berita dr kedutaan US, siap2 tgl 12 jan hujan besar di jkt
https://id.usembassy.gov/weather-alert-u-s-embassy-jakarta-indonesia-january-6-2020/

👆Peringatan dari kedutaan Amerika utk warga US di Indonesia, tanggal 12 Januari 2020, Jakarta dan daerah sekitarnya diperkirakan akan mengalami hujan sangat lebat sepanjang hari dan badai halilintar. Siap2 untuk menghadapinya
[https://www.infotangsel.co.id/2020/01/waspada-potensi-hujan-sedang-hingga.html]

Tuesday, 7 January 2020

Infotangsel.co.id - Setetes Kasih Bagi Korban Banjir Desa Cikasungka & Desa Solear.

Infotangsel by Rm Felix Supranto,SSCC

Setetes Kasih Bagi Korban Banjir Di Cikasungka & Desa Solear, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, 03 Januari 2020.

Sinergitas Lintas Agama Daerah Citra Raya, Koramil 14 Panongan, Koramil 13 Cisoka, dan Polsek Panongan untuk Membantu Bapak Supriyadi, Kades Cikasungka, dan Bapak Madromi, Kades Solear, untuk  Meringankan derita warganya yang terkena musibah banjir.

Wajah kelelahan Bapak Kades Supriyadi dan Kades Madromi merupakan wujud keikhlasannya dalam membantu warganya.  Demikian juga, TNI dan Polri.

Setiap hati orang  pasti tersentuh melihat suasana anak-anak dan ibu-ibu di tempat penampungan.

Semoga para korban banjir tabah dan semoga semuanya dapat diatasi dengan segera.
Report by
Rm Felix Supranto, SS.CC/Tim Media Kodim 0510 Tigaraksa
[https://www.infotangsel.co.id/2020/01/setetes-kasih-bagi-korban-banjir-desa.html]

Monday, 6 January 2020

Infotangsel.co.id - Kamenag Kab.Tagerang Memperingati Hari Amal Bakti Ke 74 Bersama Seluruh Lintas Agama


Upacara Peringatan Hari Amal Bakti Kemenag  Ke - 74. Diadakan di Lapangan Maulana Yudha, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang Pada tanggal 03 Januari 2020.
Pesan Yang indah Dari sambutan Menteri Agama Yang dibacakan oleh Bupati Tangerang, yaitu Jajaran kemenag haru memperkokoh Kerukunan umat Beragama. 
Report by
Rm Felix Supranto, SS.CC

Sunday, 5 January 2020

BEKERJA ADALAH IBADAH, MELAYANI ADALAH KEMULIAAN



(Upacara Peringatan Hari Amal Bakti Kemenag Ke -74)

Kementrian Agama  Kabupaten Tangerang pada hari Jumat, 03 Januari 2020, mengadakan upacara Peringatan Hari Amal Bakti  ke – 74. Upacara ini digelar di Lapangan Maulana Yudha Kabupaten Tangerang. Sebagai Inspektur upacara adalah Bapak Ahmed Zaki Iskandar, Bupati Tangerang. 



Selain  Bupati Tangerang, hadir juga dalam upacara ini  adalah Haji Badri Hasun (Ketua Kemenag Kabupaten Tangerang),  Kompol Teguh (mewakili Kapolresta Tangerang),  Mayor Arh Wayan Kariana (Kasdim 0520 Tigaraksa),  Kyai Haji  Ues Nawawi  (Ketua MUI Kabupaten Tangerang), dan Kyai Haji Maski (Ketua FKUB Kabupaten Tangerang), Romo Felix Supranto, SS.CC dan Romo Richard (Gereja Katolik Santa Odilia Citra Raya), perwakilan dari beberapa agama,  Haji Kodir Muhidin (Ketua Ansor Kabupaten Tangerang),  dan Anwari (Komendan Banser Kabupaten Tangerang). 







Tema dalam Peringatan Hari Amal Bakti Kemenag ke – 74 ini adalah Umat Rukun, Indonesia Maju. Tema ini diterangkan dalam sambutan Menteri  Agama yang dibacakan oleh Bupati Tangerang.  Sebelum membacakan sambutan Menteri Agama, Bupati Tangerang mengajak peserta upacara untuk berdoa bagi korban banjir di wilayah Kabupaten Tangerang pada khususnya dan di wilayah-wilayah lainnya agar diberi ketabahan dan persoalan ini segera dapat diatasi. Menteri Agama menegaskan bahwa negara melindungi masyarakatnya untuk menjalankan ibadahnya. Untuk menjadikan Indonesia maju, yang harus dibangun pertama adalah jiwa masyarakat. Selain itu, Menteri Agama mengajak semua jajaran Kementrian Agama untuk memperhatikan enam hal berikut ini, yaitu : 1. Tugas dan fungsi Kemenag dalam konteks relasi agama dan negara;  2. Jaga idialisme, kejujuran, integritas, budaya kerja kemenag di tengah hidup yang serba materialistik, selaraskan kata dan perbuatan; 3. Tanamkan prinsip bahwa kerja adalah ibadah dan melayani masyarakat adalah kemuliaan; 4. Perkuat ekosistem dengan institusi pemerintah dan tokoh agama serta masyarakat; 5. Rangkul semua golongan dalam semangat kebersamaan, kerukunan, dan persatuan sesuai dengan falsafah Pancasila; 6. Implementasikan visi dan misi pemerintah dalam program kerja Kementrian Agama.



Dalam upacara ini, Bupati Tangerang juga memberikan penghargaan kepada beberapa  pihak  atas pengabdiannya dalam pelayanan di Kementrian Agama Kabupaten Tangerang  dan juga  penyerahan hibah dari Bupati Tangerang. 

Upacara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Kyai Haji Ues Nawawi  (Ketua MUI Kabupaten Tangerang). Isi doa adalah agar  Bangsa Indonesia memiliki akhlak mulia agar terwujud  masyarakat yang rukun dan maju.



Setelah Upacara Peringatan  Hari Amal Bakti Kemenag  ke – 74 ditutup, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Haji Badrun Hasun, Kepala Kemenag Kabupaten Tangerang. Kepala Kemenag  kemudian memberikannya kepada  Bupati Tangerang.


Penulis 
Romo Felix Supranto, SS.CC/Tim Media Kodim 0510 Tigaraksa

Enaknya punya Mendikbud yang melek IT dan berorientasi online

Enaknya punya Mendikbud yang melek IT dan berorientasi online hapus gagap Teknologi Digital sehingga semuanya punya kesempatan yang sama untuk belajar apalagi tidak Berbayar alias Gratis...

Untuk bapak/ibu yang masih mempunyai keluarga (anak, ponakan, cucu) yg duduk di sekolah tingkat TK, PAUD, SD, SMP, SMA.
Sekarang lagi booming mengenai bimbel online seperti “Ruang Guru” tapi berbayar.

Nah, Pemerintah (Kemendikbud) telah menyediakan bimbel online dan ini GRATIS.
Materi, soal-soal dan video belajarnya juga komplit. Guru-gurunya juga pilihan dan berprestasi.

Ayo buka Webnya dan tambah ilmu di "Rumah Belajar” belajar.kemdikbud.go.id

Bagi teman2 yg menjadi tenaga pendidik monggo bisa di share ke teman dan siswanya, semoga akan sangat bermanfaat...đź‘Ś
=================
Mendikbud Nadiem Makarim Geber Teknologi, Guru Siap?

Keinginan Mendikbud Nadiem Makarim ini untuk menjawab tantangan zaman. Namun, hal itu bukan perkara ringan karena banyak guru di Indonesia belum melek teknologi.

JEDA.ID–Mendikbud Nadiem Makarim akan meningkatkan peran teknologi untuk memodernisasu pendidikan Indonesia. Tantangan besar yang dihadapi Nadiem adalah belum semua guru dan tenaga pendidikan di Indonesia melek teknologi.

Menurut Nadiem, ada 300.000 sekolah dan 50 juta pelajar di seluruh Indonesia. Dia memastikan akan menerapkan apa yang dilakukan di Gojek yaitu meningkatkan peran teknologi untuk memodernisasi pendidikan.

“Peran teknologi akan sangat besar dalam kualitas, efisiensi dan administrasi sistem pendidikan. Jadi peran teknologi sangat penting. Kita harus mendobrak, kita harus berinovasi,” ujar Nadiem di Istana Negara, Rabu (23/10/2019), sebagaimana dikutip dari Detikcom.

Keinginan Mendikbud Nadiem Makarim ini untuk menjawab tantangan zaman. Namun, hal itu bukan perkara ringan. Pada akhir 2018 lalu, Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) Kemendikbud menyebut hanya 40 persen guru nonteknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang siap dengan teknologi.

”Kami sudah melakukan survei dan hasilnya hanya 40 persen guru non-TIK [yang tidak mengajar TIK], yang siap dengan teknologi. Data yang kita punya itu berdasarkan nama dan alamatnya.”

Hal itu pula yang menjadi kendala dalam mencapai pendidikan yang sesuai dengan revolusi 4.0. Kendala lainnya, adalah ketersediaan jaringan internet terutama di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

Untuk meningkatkan guru melek teknologi, Kemendikbud melatih sebanyak 10.000 guru setiap tahunnya agar terbiasa dengan teknologi. Sedangkan untuk kendala jaringan Internet, Kemendikbud dan Kominfo berupaya menyediakan layanan Internet di sekolah.

Masih rendahnya guru melek teknologi tidak lepas dari jumlah guru berusia tua yang cukup banyak. Sebagian besar guru yang belum siap dengan teknologi adalah guru yang usianya di atas 50 tahun.

Berdasarkan data Kemendikbud, ada 3,35 juta guru dan tenaga kependidikan di Indonesia. Bila dilihat dari usia, terbanyak ada di rentang 30-39 tahun. Di urutan kedua, rentang usia 50-59 tahun. Berikut perincian jumlah guru dan tenaga kependidikan berdasarkan usia.

Di bawah 20 tahun 6.919 guru (0%)
20-29 tahun 633.245 guru (19%)
30-39 tahun 995.108 guru (30%)
40-49 tahun 793.570 guru (24%)
50-59 tahun 870.694 guru (26%)
60-65 tahun 51.935 guru (2%)
Di atas 65 tahun 6.464 guru (0%)
Anggaran Pendidikan Rp505 Triliun
Mendikbud Nadiem Makarim memastikan perubahan yang akan dilakukan di Kemendikbud sesuai dengan perkembangan zaman.

”Saya belum bisa bilang terobosannya seperti apa, tapi yang jelas berhubungan karena saya milenial dan background-nya teknologi, sudah pasti perubahan yang terjadi ke sana,” kata dia.

Dia akan menjalankan visi Jokowi untuk menyesuaikan SDM hasil institusi pendidikan di Indonesia dengan kebutuhan industri. Prinsip utama dari pembenahan sistem pendidikan yang akan dijalankannya adalah gotong royong dan kolaborasi.

Untuk pengembangan pendidikan, pemerintah menganggarkan Rp505,8 triliun untuk dunia pendidikan. Anggaran itu terbagi di pemerintah pusat Rp169,9 triliun, transfer ke daerah Rp306,9 triliun, dan dana abadi Rp29 triliun.

Dalam RAPBN 2020, terdapat beberapa kebijakan strategis di bidang pendidikan. Pertama perluasan akses pendidikan dari usia dini sampai dengan pendidikan tinggi. Kedua melanjutkan percepatan dan peningkatan kualitas sarana prasarana pendidikan. Termasuk meningkatkan kualitas dan keterampilan SDM.

Beberapa target besar sudah dipatok dalam APBN 2020. Ini menjadi tantang besar bagi Mendikbud Nadiem Makarim untuk mewujudkannya. Ini beberapa target dunia pendidikan sebagaimana tercantum dalam RAPBN 2020.

Indeks pembangunan manusia 72,51 (2019: 71,98)
Angka partisipasi kasar pendidikan SMP/sederajat 92,73 (2019: 92,05)
Angka partisipasi kasar pendidikan SMA/sederajat 81,52 (2019: 80,78)
Pembangunan/rehab ruang kelas 55.700 ruang kelas
BOS 54,6 juta siswa
Program Indonesia Pintar 20,1 juta siswa
Beasiswa Bidik Misi/KIP Kuliah 818.000 mahasiswa
Mendikbud Nadiem Makarim mengaku akan mempelajari seluk-beluk dunia pendidikan Indonesia. Dia akan bicara dan mendengarkan para pakar pendidikan. Pria 35 tahun ini berjanji akan belajar secara cepat.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan
=================
Pengamat: Mendikbud Baru Harus Melek Teknologi

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat pendidikan, Indra Charismiadji mengatakan, untuk membangun sumber daya manusia (SDM) unggul, Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus memilih Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang betul-betul memahami teknologi, yakni sosok yang bisa mengimplementasikan era digital seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence).

Menurut Indra, pada era revolusi industri 4.0 ini, metode pengajaran harus mempertimbangkan materi yang diajarkan kepada peserta didik adalah sesuatu yang akan mereka gunakan di masa mendatang. Yang menjadi persoalan saat ini adalah terlalu banyak materi pelatihan yang tidak penting dan tidak tepat sasaran.

“Menjalankan pendidikan berbasis teknologi ini bukanlah sesuatu yang sulit jika dilakukan dengan perencanaan yang matang. Misalnya, melalui pelatihan Simdik (sistem informasi manajemen pendidikan, red),” kata Indra dalam pembukaan lomba tingkat nasional Wecode yang diselenggarakan di Raffles International Christian School di Jakarta, Minggu (20/10).


Indra menambahkan, Simdik ini merupakan sistem pelatihan digagas oleh pihaknya bersama tim untuk melatih para guru non-TIK (teknologi informasi dan komputer) agar mampu memahami pemanfaatan digital dalam dunia pendidikan, khususnya kejuruan. Diharapkan, mereka dapat menjawab tantangan dari dunia industri yang tidak hanya membutuhkan tenaga kerja terampil dan profesional, tetapi juga mampu berinovasi.

Indra menuturkan, para guru yang dilatih tiga bulan lalu dengan skema Simdik ini telah dapat menikmati hasilnya. Mereka berhasil menularkan ilmunya kepada peserta didik masing-masing. Bahkan, beberapa di antara siswa-siswa tersebut telah menghasilkan karya.

“Ini berarti sudah terjadi suatu proses, dan jangan bilang guru itu tidak bisa berubah untuk mengajarkan sesuatu yang baru. Saya bisa membuktikan sesuatu yang berbeda dengan hasil Simdik ini asal caranya tepat. Bukan sekadar pelatihan dan anggaran hilang hanya dibagi-bagi saja yang dilakukan dengan skema reborn seperti saat ini,” ucapnya.

Oleh karena itu, Indra mengharapkan Jokowi akan memilih Mendikbud yang memahami teknologi dan mempunyai perencanaan baik sehingga semua pelatihan tidak hanya reborn saja. Pasalnya, dia menilai pelatihan kepada guru yang dilakukan pemerintah hanya menghabiskan anggaran tanpa ada perubahan yang dapat ditularkan kepada siswa.

Indra menyebut, hal tersebut terjadi karena banyak materi pelatihan yang tidak penting. Sedangkan metode pengajaran yang diterapkan dalam Simdik mewajibkan materi yang diajarkan kepada guru merupakan sesuatu yang bermanfaat bagi masa depan peserta didik.

Bisa Berubah
Indra menegaskan, dengan memilih Mendikbud yang benar-benar paham teknologi, sekolah berbasis digital di Indonesia ini dapat terwujud, termasuk di daerah terluar, terpinggir, dan terdepan (3T).

“Bukan tidak mungkin guru-guru yang saat ini dikatakan guru tua, jadul, dan tidak bisa belajar ternyata bisa berubah dan melek teknologi. Guru-guru yang kami latih ini bukanlah guru IT. Ada guru BK (bimbingan konseling), guru bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia. Semua saya latih menjadi guru berbasis teknologi mengajar. Nah, mereka akhirnya bisa mengajarkan anak-anaknya coding, dan membuat program. Jadi tidak ada alasan lagi untuk membuat SDM unggul ini tercapai,” ujarnya.

Selanjutnya, Indra menuturkan, para siswa yang telah memiliki karya diberi kesempatan untuk mengikuti lomba tingkat nasional Wecode di Jakarta. Selanjutnya, mereka akan diseleksi untuk mewakili Indonesia tingkat internasional.
Indra menyebutkan, animo para siswa sangat tinggi. Tercatat ada 600 siswa dari tingkat TK, SD kecil kelas satu hingga tiga, SD besar empat sampai enam, SMP, dan SMA yang mengirim karya mereka.

“Jadi tiap jenjang itu beda ya tingkat kesulitan dan temanya. Yang TK bebas, SD kecil bentuknya animasi, SD besar bentuknya gim. Sedangkan SMP dan SMA itu bisa gim maupun aplikasi android, yakni sudah betul-betul pakai nyata,” ujarnya.

Karya-karya yang masuk akan diseleksi menjadi lima terbaik dan pemenang dari setiap jenjang akan dikirim untuk mengikuti lomba tingkat internasional di Guangzhou, Tiongkok pada 24 November mendatang.
Sumber: Suara Pembaruan

====================

SPIONASE-NEWS. COM, – OPINI – Ditetapkannya Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan kebudayaan dalam Kabinet Indonesia Maju menjadi perbincangan yang hangat, terutama dikalangan akademisi.

Beragam asumsi menyelundup, hanya karena beliau fokusnya dikenal sebagai pengusaha. Sebab, rekam jejak mendikbud tentu berpengaruh real nantinya terhadap kelangsungan mutu Pendidikan di Indonesia. Hanya karena beliau merupakan pendiri gojek.

Apakah dengan terpilihnya Nadiem Makarim sebagai inisiator utama Pendidikan akan mengharuskan guru untuk melek teknologi ?

Bisa jadi semua hal terkait komponen-komponen Pendidikan akan di ilustrasikan lewat Teknologi. Mengingat era Industri 4.0 ini mengharuskan kita untuk ikut arus, agar tidak ketinggalan derasnya pengunaan jasa berbasis daring saat ini.

Hal ini bisa kita simak lewat penyampaian Nadiem Makarim dalam rapat Koordinasi bersama di Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan berkenaan dengan empat prioritas Mendikbud, salahsatunya ialah pengembangan teknologi. Beliau menyampaikan fokus teknologi akan membantu guru dalam menjalankan roda Pendidikan. Meskipun selalu ada paradigma yang berkembang di masyarakat soal pengembangan teknologi.

Disalahpahami dalam artian Teknologi akan mengganti peran guru. Harap penulis sendiri teknologi yang dimaksud itu untuk memperbaiki kualitas dan kapasitas, bukan untuk menggantikan.

Lantas, bagaimana dengan penduduk yang berada di lokasi yang sulit dijangkau oleh jaringan? Terobosan Apa kira-kira yang bisa dilakukan seorang Nadiem Makarim dalam membenahi Pendidikan di Indonesia.

Bukankah Konsep pendidikan yang ideal dalam suatu negara , selain mutu Pendidikan yang semestinya diperhatikan juga Pendidikan yang merata ke pelosok-pelosok negeri harus tetap diupayakan.

Untuk apa banyak professor muda, jika di beberapa daerah masih terkenal dengan masyarakat buta hurufnya.

Untuk apa fasilitas teknologi yang serba canggih, jika masih banyak sekolah-sekolah kecil di daerah terpencil yang gedung sekolahnya sudah tidak layak huni.

Untuk apa bergelimang kelengkapan media belajar jika masih ada siswa yang sulit menemui buku-buku matapelajaran untuk dipelajari.

Untuk apa pemuda menuntut Pendidikan hingga ke luar negeri, jika masih banyak warga di daerah sendiri yang tidak memiliki akses untuk memperoleh Pendidikan yang layak.

Seharusnya pemerintah lebih lihai lagi mengamati kendala-kendala Pendidikan di Indonesia. Setidaknya, bisa lebih atraktif menyamaratakan warga, sehingga amanah konstitusi dapat terlaksana sebagaimana harapan masyarakat setempat.

Alakadarnya sistem Pendidikan akan mengikut siapa aktor dibalik dunia Pendidikan kita. Akan selalu ada ide-ide baru dari masa ke masa setiap pergantian mendikbud. Hanya ada dua pilihan, melanjutkan atau benar-benar mengeliminir perangkat Pendidikan sebelumnya.

Namun, telah Nampak sekarang ini mendikbud baru kita telah mengerahkan kebijakan-kebijakan terkait beberapa hal yang menyentuh proses belajar mengajar baik di sekolah maupun di perguruan tinggi. Seperti halnya asumsi beberapa kalangan, nyatanya betul yang dikatakan mereka bahwa era kita ini akan cenderung bertatap muka pada monitor laptop. Semuanya serba online.

Terbukti, penulis mengalami sendiri setelah menengadah hasil pertemuan dengan pembimbing KKN, beliau menyampaikan isu-isu bahwa laporan KKN yang tidak lagi harus di print, tetapi hanya dipantau lewat website resmi pembimbing.

Hal ini diberlakukan tidak untuk tahun ini, tetapi target tahun depan. Suatu apresiasi spontan terkait kebijakan tersebut, sebab jika betul-betul akan diterapkan berarti pembimbing KKN tidak punya alasan lagi untuk tidak becus memantau anak bimbingannya selama pelaksanaan KKN, karena laporan akan lebih mudah dipantau dari jauhpun dikirim.

Dan memungkinkan tidak akan ada lagi kejadian copi paste laporan. Namun, tentu dibalik itu penulis mempermasalahkan bagaimana dengan mahasiswa yang berada di daerah yang listrik pun tidak ada, apalagi jaringan internet ?

Sangat sulit jika dipikir-pikir, Mengingat wilayah Indonesia begitu luasnya untuk dijangkau, misalnya saja daerah sekitar pulau-pulau dan pegunungan. Kecuali, dari pihak pengambil kebijakan bisa mengatasi ketiadaan sinyal di tempat-tempat tertentu tersebut.

Para pegiat Pendidikan sebaiknya sudah punya kesiapan menghadapi masa kini. Masa yang menuntut kita agar melek teknologi. Penulis ingin menukil juga persoalan nyata yang dihadapi sekolah-sekolah, utamanya di desa-desa.

Belum lama ini telah diberlakukan ujian berbasis computer? Padahal setiap sekolah ternyata belum begitu cukup alat (computer) untuk mengikuti ujian tersebut.

Karena keterbatasan alat ini yang hendak dipertanyakan. Pemerintah seharusnya melengkapi terlebih dulu alat menuju capaian target untuk memajukan mutu pendidikan.

Penulis ambil contoh di SMPN 6 Alla Enrekang hanya terdapat tujuh komputer dari puluhan siswa untuk menghadapi Ujian nanti.

Padahal tempat mereka ujian meminta sekolah menyediakan kurang lebih sepuluh computer untuk melengkapi alat di sana.

Jangankan menghadapi ujian. Di keseharian prakteknya saja di laboratorium komputer, mereka harus bergiliran belajar bagaimana menggunakan komputer yang tepat.

Apakah sudah efektif menerapkan ujian berbasis computer? Maka, lengkapi fasilitas mereka dululah, sebelum menerapkan kebijakan sungguhan.

Daki-daki batin para pegiat Pendidikan semakin menyuarak. Antara khawatir dan malu ketika masih berada pada fase gagap teknologi.

Mereka harus dipaksa melek teknlogi lewat pelatihan-pelatihan yang rutin. Itupun jika disediakan untuk semua guru-guru. Tidak tebang pilih, baik guru PNS, Honorer dan jika mendesak para calon guru semestinya diberikan wadah juga untuk meningkatkan umumnya.

Baru-baru ini telah di informasikan terkait rapor akan berubah menjadi elektronik rapor (e-rapor). Seperti halnya portal mahasiswa. Jadi orangtua siswa dapat lebih mudah memantau peningkatan nilai anaknya lewat e-rapor tersebut.

Dalam pertemuannya dengan perwakilan guru senusantara, Nadiem Makariem yang disebut Menteri progresif itu optimistis menyatakan “ ia terbuka untuk segala masukan demi perbaikan Pendidikan.”

Beliau terkesima terhadap semangat guru , ia pun berpesan bagaimana mungkin siswa bisa pintar jika guru-guru berhenti belajar. Patut kiranya guru terus mengasah kompetensinya. Terlebih lagi kemampuannya dibidang teknologi di masa sekarang.

Apalagi Mendikbud telah menyampaikan akan menggandeng Google sebagai bentuk kerjasama dengan menjadikan Indonesia sebagai prioritas dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang Teknologi.
Untuk segenap guru dan calon guru senusantara, di pelosok gunung, pesisir maupun di kota metropolitan bekali diri dengan kompetensi pribadi, sosial dan keterampilan di bidang teknologi yang baik. Sebab bagaimana siswa, akan selaras dengan pertanyaan siapa gurunya.

Laporan : Agen Subair
http://spionase-news.com/2019/11/28/korelasi-mendikbud-guru-harus-melek-teknologi/

Perayaan Natal 2019 & Tahun Baru 2020 P3T, TNI, POLRI Pemda, Masyarakat Se-Tangerang Raya.

Tema : “Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang” (Yoh. 13 : 14 - 15).

Di dalam Perayaan Natal itu, penampilan anak-anak Papua sangat mengagumkan.

Laporan:
Rm Felix Supranto, SS.CC

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India