Monday, 5 November 2018

BIMBINGAN HIDUP SEHAT Bersama BAPAK ANTON



Hidup Sehat Bersama Opa Antonius Porat
Nama beliau: Antonius Porat. Kami menyapanya "Opa" karena panggilan baby kami sedari masih di dalam kandungan :)



Sharing mengenai pelayanan hidup sehat ini, berbagi untuk sesama yang tujuannya pasti untuk hidup sehat dan bahagia :D



Saya ikut pelayanan Opa Anton ini sejak November 2012. Awalnya tahu dari suami saya (saat itu masih status pacaran. Keluarga suami saya sudah ikut semua. Bapak-ibu, dan semua kakak2nya). Pengenalan dari suami saya waktu itu adalah, ayo kita ikut untuk hidup sehat, persiapan untuk kelak kita menikah dan merencanakan mempunyai keturunan, jadi kedua tubuh dibersihkan terlebih dahulu dari segala macam makanan yang tidak dibutuhkan tubuh. Istilahnya adalah, Opa Anton bisa "melihat" daftar makanan yg tidak cocok tersebut atau istilahnya Racun. Kenapa racun? Karena mematikan. Diibaratkan dengan baygon. Hanya bedanya, di rasa. Kalau baygon sudah jelas tidak enak. Kalau daftar makanan tadi, enak; namun kalau dikonsumsi terus - menerus akan mematikan.

Saat itu saya menolak. Pikir saya, kalau mau hidup sehat ya hiduplah yang sehat. Makan yang sehat, makan banyak sayur - buah; juga olahraga. As simple as that.

Suami saya racun tubuhnya adalah: telur, kepiting, ikan asin.

Jadilah pada tahun 2012 itu, momen kami pacaran lebih banyak di malam hari after office hour; alhasil seringkali membatalkan makan malam karena direpotkan dengan "ayamnya digoreng barengan sama minyak telur", "nasi gorengnya ada telurnya", ""ga bisa seafood soalnya penggorengannya sama;walaupun bisa udang dan cumi".

Ah, ribet sekali sih? Wajar yah kalau saat itu saya menolak pelayanan tersebut.



Waktu berlalu, saya "terpanggil" untuk ingin tahu lebih dalam mengenai pelayanan hidup sehat ini. Toh, saya mau lanjut atau tidak, yang penting saya tahu dulu nih, makanan apa saja yang tidak cocok untuk tubuh saya.



November 2012; Bandung pagi hari.

Saya bersama keluarga pasangan saya mengunjungi Opa Anton di Bandung. Lokasi di Cilaki, di rumah dokter Maximus; seorang dokter kandungan. Rumahnya luas, sejuk, dan sudah banyak orang yang antri di depan pintu gerbang untuk bersalaman dengan Opa Anton yang duduk tepat di dalam pintu gerbang tersebut. Tibalah saya bersalaman dengan beliau dan "Cokelat, kepiting, cumi, telur puyuh".

WOW. Saya mau share mengenai makanan2 tersebut.

Pertama, cokelat. Ini adalah makanan kesukaan saya sedari kecil sampai di malam hari sebelum saya bertemu Opa. Jadi ceritanya, saya baru balik dari Vietnam, transit KL sebelum ke Indonesia. Karena tergila - gila dengan cokelat, belilah saya cokelat sampai kalau dirupiahkan itu 1,5 juta. Kebayang kan yah banyak sekali itu, dengan beragam jenis bentuknya. Ada yg spoon, dll. Malam sebelum saya ketemu Opa, saya menghabiskan 5 bungkus cokelat sekaligus. Jadi setelah saya diharuskan untuk berhenti mengkonsumsi cokelat, saya hanya tertegun sembari bergumam dalam hati "yaudalah, semalam sudah puas habisin 5 bungkus". DAN sebenarnya ya tidak hanya semalam saja, tetapi berpuluh tahun, sejak kecil saya mengkonsumsi coklat, mulai dari susu, kue, roti, selai, permen, dll.

Kedua, kepiting. Saya jarang sekali makan kepiting. Setahun sekali saja, waktu Natalan di Balikpapan. Bisa dibayangkan kan, betapa nikmatnya kepiting Balikpapan (Kenari atau Nandito)? Tapiiii..walau hanya setahun sekali, tapi sekali makan bisa 2 ekor habis sendiriiiiii {^_^}. Jadi, yaaah, sudah kebanjiran kepiting lah yaa tubuh saya :)

Ketiga, telur puyuh. Ini selalu menjadi pasangannya setiap makan soto ^_^. Hampa rasanya kalau makan soto tanpa telur puyuh.

Terakhir, cumi. Yah, so so lah. Tidak terlalu sering makan ini. Tidak termasuk ke daftar makanan favorit juga. Tapi pelayanan Opa ini adalah untuk mendeteksi penyakit yang sedang dialami DAN yang akan dialami. Jadi, saya juga tidak tahu apa yang akan saya alami kelak kalau terus mengkonsumsi cumi ini.



Above all, saya patuh dan taat dengan tidak pernah melanggar makan "racun" ini". Sampai akhirnya kami menikah 31 Mei 2013. Saya mulai menggemuk dan saat ada pelayanan Opa di Bandung, saya "minta" nambah racun lagi, misalnya sambalkah, telurkah, dll. Tapi Opa menjawab, "sudah...tidak apa2 gemuk..sudah tanda2.. Kamu stop makan tepung dan perbanyak air putih".

Sejak saat itu saya stop makanan mengandung tepung (OMG! A LOT OF!). Pizza, bakso, mie, roti, kue, martabak, siomay, batagor, kerupuk, bakwan, dll. Padahal makanan yang saya sebutkan tadi itu adalah kesukaan saya semua.

Tapi saya yakin bahwa ini tujuannya untuk menyehatkan badan saya, membersihkan tubuh saya. Dan betul saja, sebulan kemudian, saya hamil :). Jadi kalau dihitung, saya kosong 4 bulan.

Selama 10 bulan hamil (40 minggu), saya sama sekali tidak merasakan muntah2 yang pada umumnya terjadi, atau mual, dll. Semua berjalan seperti biasa, I enjoyed my pregnancy, dan puji Tuhan, bayi saya lahir dengan selamat pada 10 Juli 2014, jam 08.00 pagi di RS. Siloam (cerita mengenai kelahiran saya, terpisah, I posted it already). Saya lahir dengan jalan normal, mudah, lancar.

Saya berpikir, mungkin kalau saya masih makan "seenaknya", si bakso dan kawan2, mungkin saja saya muntah2, karena makanan2 itu tidak cocok untuk badan saya, pun bayi saya.



Sampai detik ini, anak saya berumur 1 tahun 6 hari. Sehat, tanpa imunisasi, tidak pernah sakit, kecuali badan hangat setiap mau tumbuh gigi. Itu saja. Tidak ada bapil, atau penyakit lainnya. Juga saya masih memberikan ASI eksklusif untuk anak saya, Birgitta Theophany Celine Kinanti, tanpa sufor (susu formula). Puji Tuhan :)

Untuk special case ini, saya dapat menu khusus dari Opa untuk semakin melancarkan ASI. Dari minggu pertama bayi saya lahir, saya disarankan perbanyak konsumsi kangkung-tulang babi-kacang hijau, dan minum susu Lactamil (tersedia 2 rasa, cokelat dan vanilla. Karena racun saya coklat, maka saya memilih vanilla). Untuk kangkung-tulang babi-kacang hijau ini, saya buat dengan menggunakan resep brenebon (sup kacang merah ala manado), yang kacang merahnya saya ganti menjadi kacang hijau. Rasanya? Mantapppp. Terbukti ASI saya banyak dan lebih dari cukup, hingga detik ini saya menulis :)



Melalui pelayanan Opa Anton ini, selain sehat, pada akhirnya juga saya merasakan hidup yang jauuuuh lebih hemat. Bayangkan saja, saya bisa menghabiskan beribu2 atau berpuluh2 ribu uang untuk jajan baksolah, martabak setiap pulang kantor, atau mampir beli siomay untuk menjadi teman saat nonton Indonesia Idol, atau sekedar kue2 dan roti2 coklat,strawberry, dll untuk teman dikala jalan2 di mall. Bisa dibayangkan betapa hematnya saya yang saat ini mengkonsumsi "hanya" lemper dan arem2.

Oiya, saya sewaktu hamil naik berat badan dari 55 kg menjadi 75 kg :D

Setelah melahirkan, saat ini saya sudah 48kg. No diet, no olahraga (maksudnya, tidak sesering dahulu kala. Bisa renang seminggu or sebulan sekali). Sekarang olahraganya cukup menggendong anak dan nyuci baju, jemur baju, nyapu, masak, yaaa olahraga tubuh yang sangat sederhana. Andaaaai saya masih makan makanan2 nikkkmat tadi (hihi), mungkin saya tidak menyusut sampai selangsing ini :)



So, untuk Anda yang membaca blog saya ini, tidak perlu ragu lagi untuk mengikuti pelayanan Opa Antonius Porat. Beliau asli Kupang. Pelayanan pusatnya di Kupang. Ada rumah singgah bagi mereka yang mau berobat ke sana. Oiya, kalau ada yang ingin berkunjung, akan dijemput dari Bandara Kupang. Penginapanpun gratis. Ya rumah singgah itu. Kegiatannya ya memasak dari hasil kebun. Iya, kami punya kebun sendiri, yang tentunya sehat, karena bibitnya dari Opa :). Menyenangkan, bukan?



Oiya, saya juga ingin berbagi mengenai pasien2 Opa lainnya yang telah berhasil sembuh dari penyakit; bahwa pelayanan/pengobatan ini tidak bisa dipikirkan berdasarkan logika. Ada pasien yang mengalami sakit jantung dari semenjak beliau masih muda (bapak mertua saya), "racun tubuh"nya adalah daging. daging = susu, keju (karena termasuk turunannya). Setelah taat, beliau sembuh dan aktif mengerjakan segala sesuatunya dengan baik hingga detik ini. Ada juga pasien yang diabetes; dimana pada umumnya tidak boleh makan yang manis2, tapi ternyata tubuhnya memerlukan durian, jadilah pasien tersebut disarankan Opa untuk mengkonsumsi duren 8 buah/hari, dan hasilnya? Sembuh! :)

Ada juga yang mengalami sisik pada kulitnya. Ternyata racun tubuhnya adalah bawang; artinya segala jenis bawang - baik itu bawang merah, putih, bombay. Dan hasilnya juga sudah sembuh. Ada yang tidak boleh makan capcay, tp boleh makan wortel, buncis, dll. Berarti tubuhnya tidak cocok ketika bahan2 makanan tersebut dijadikan satu dan menjadi capcay :) Unik bukan? Ya, karena setiap tubuh manusia diciptakan unik, dan berbeda2. Jadi untuk penyakit yang sama di tubuh yang berbeda, obatnya pasti berbeda juga; walaupun dia kembar :).

Ada ibu hamil usia 7 bulan, yang kalau di dokter biasa pasti diminta dikuret, tapi beruntung beliau bertemu Opa, akhirnya Opa beri tahu "racun tubuh" , dan beliau melahirkan dengan selamat pada saat janin baru berusia 7 bulan, dan sampai sekarang bayinya sehat, seperti pada umumnya. :)



Plus, mengikuti pengobatan ini berarti kita stop obat dokter. Stop ke rumah sakit. Kita harus taat untuk tidak mengkonsumsi "racun tubuh" yang disebutkan Opa.

Itu saja. Mudah kan, selain badan sehat, hidup kita juga hemat :)



Biasanya Opa keliling Indonesia, misalnya Palembang, Medan, Bali, Makassar, Bandung. Dan, perdana di Februari 2015 lalu, Opa membuka pelayanan di Jakarta. Makanya saya senaaaang sekali, karena jaraknya dekat jika dibandingkan dengan ke Bandung.

Pelayanan / pengobatan ini gratis tanpa dipungut biaya. Apabila Anda ingin menyisihkan dana Anda (yang biasanya habis untuk berobat atau bahkan seperti saya; habis untuk membeli makanan2 fav saya tadi, dapat menyisihkan dana tersebut untuk biaya operasional rumah singgah di Kupang yang sudah saya paparkan tadi).

Istilah "Di dalam tubuh yang kuat, terdapat jiwa yang sehat" itu kurang tepat, bahkan cenderung salah. Yang tepat adalah "Di dalam JIWA yang sehat, terdapat tubuh yang kuat" ; karena yang terpenting adalah jiwa. Memberi makan jiwa. Mengutamakan jiwa. Berbuat baik, tersenyum, banyak membantu tanpa pamrih, dll. Ketika jiwa kita sehat, maka tubuhpun akan sehat dan kuat.



Semoga membantu Anda yang saat ini sedang mengalami sakit tertentu. Percayalah, ini adalah jalan terbaik. Kita bisa percaya dengan mereka yang memberi obat ke dalam tubuh kita. Mengapa kita tidak bisa percaya kepada beliau yang "hanya" dan "sekedar" memberikan daftar racun tubuh kita?



Salam,

Ratu Patimasang.




Di Jakarta 2019

Sabtu,      9 Nov 2019
Pukul 11.00-16.00.
Minggu,  10 Nov 2019
Pukul 09.00-14.00.

Bagi penderita sakit apa saja, juga anak-anak yang bermasalah, seperti: anak autis dan lain-lain, serta pasangan yang ingin punya keturunan.

Perhatian...!
* Ikutilah "Bimbingan Hidup Sehat" yang diawali dan diakhiri dengan DOA.

* Demi kenyamanan dan ketertiban jalan umum dan kompleks, maka parkirlah mobil di GOR, lalu jalan kaki 75 meter ke lokasi;

Rumah Bapak Frans;
Danau Permai Timur Blok C-2 No.9 (belakang Hotel Danau Sunter, Jakarta Utara).
HP: 081298931480, 085229387577

Tidak dipungut bayaran. Tidak harus ada yang sakit baru ke sana, kita yang sehat pun sebaiknya ke sana sekali, supaya punya pola hidup sehat dan tidak pernah sakit lagi.

http://patimasangratu.blogspot.com/2015/07/hidup-sehat-bersama-opa-antonius-porat.html?m=1

0 comments:

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India