Friday, 27 July 2018

TOMMY YANG BODOH



Di Ohio, Amerika Serikat pada tanggal 11 Februari 1847, lahir seorang anak bernama panggilan Tommy. 

Dia lahir dengan kemampuan biasa-biasa saja, tidak memiliki kecerdasan khusus seperti anak-anak lainnya

Saat belajar di sekolah, kisah homeschooler, Tommy tidak mampu untuk mengikuti pendidikan yang dijarkan di sekolahnya.

Oleh sebab itu , Tommy selalu mendapatkan nilai buruk dan mengecewakan. 

Sangat bodohnya anak ini dalam pandangan pihak sekolahnya, sehingga para guru memilih untuk ‘angkat tangan’ dalam usaha mendidik Tommy.

Pada suatu hari, guru sekolah Tommy memanggil Tommy dan memberikan sepucuk surat kepadanya.

Guru tersebut berpesan, "jangan buka surat ini di perjalanan, berikan kepada ibumu.”

Tommy kecil dengan gembira membawa surat itu pulang dan memberikan kepada ibunya. 

Menerima surat itu, ibu Tommy membacanya, lalu menangis.

Sambil berurai air mata, dia membaca surat itu dengan suara keras : “Putra Anda seorang jenius. Sekolah ini terlalu kecil untuk menampungnya dan tidak memiliki guru yang cakap untuk mendidiknya. Agar anda mendidiknya sendiri,” ujar sang Ibu dengan suara lantang.

Ibu Tommy lalu berkata kepada Tommy bahwa : “Kamu anak yang jenius nak, sekolah belum cukup baik untuk mendidik anak yang hebat seperti kamu. Mulai saat ini ibu yang akan mendidik kamu.”

Ibunya kemudian menarik Tommy kecil ke rumah dan meninggalkan sekolah. 

Tommy menjalani pendidikan di rumah. Dengan demikian Tommy pun belajar dengan bebas dan leluasa di rumahnya tanpa harus memikirkan nilai-nilai pelajaran yang harus dicapainya.

Di rumah, Tommy pun melahap buku-buku ilmiah dewasa.

Satu karakter yang luar biasa yang dimiliki Tommy adalah keinginan tahunya yang luar biasa besar ditambah SIFAT DASARNYA YANG PANTANG MENYERAH MENGHADAPI APAPUN.

Karena itu Tommy pun melakukan eksperimen – eksperimen hebat. Sebelum memasuki usia sekolah, Tommy sudah berhasil membedah hewan-hewan. Hal ini karena keinginan tahunya yang besar terhadap hewan-hewan di sekitarnya.

Di usia 12 tahun, Tommy kecil sudah memiliki Laboratorium Kimia kecil di ruang bawah tanah rumah ayahnya.

Setahun kemudian dia berhasil membuat telegraf yang sekalipun bentuk dan modelnya sederhana dan primitif tapi sudah bisa berfungsi.

Di usianya yang masih belia, Tommy sudah bekerja dan mencari uang sendiri dengan berjualan koran di kereta api selama beberapa tahun. Kemudian Tommy bekerja sebagai operator telegraf, sampai akhirnya Tommy pun naik menjadi kepala mesin telegraf di Amerika.

Saat usia Tommy 32 tahun, dunia tidak lagi gelap gulita ketika malam hari. Tommy yang dianggap BODOH waktu kecil itu BERHASIL MENCIPTAKAN BOHLAM LAMPU PIJAR, yang mengubah wajah dunia selamanya.

Jauh setelah ibunya wafat dan Tommy telah menjadi Tokoh PENEMU PERTAMA. Suatu hari di rumah dia melihat-lihat barang lama keluarganya.. 

Tiba-tiba dia melihat kertas surat terlipat di laci sebuah meja. Dia membuka dan membaca isinya: "Putra anda anak yang bodoh.. kami tidak mengizinkan anak Anda bersekolah lagi,” demikianlah ISI SURAT YANG SESUNGGUHNYA yang dibawa dan diberikan Tommy kepada ibunya. Dahulu ...waktu sepulang sekolah.

Tommy menangis berjam-jam setelah membaca surat itu. Dia kemudian menulis di buku Diary-nya:

"SAYA, THOMAS ALFA EDISON, ADALAH SEORANG ANAK YANG BODOH, YANG KARENA SEORANG IBU YANG LUAR BIASA, MAMPU MENJADI SEORANG JENIUS PADA ABAD KEHIDUPANNYA"

Jika kita menikmati lampu yang terang saat ini, ingatlah bahwa kita BERHUTANG bukan pada seorang Thomas Alfa Edison.., tetapi kepada SEORANG IBU yang melihat dengan CARA YANG BERBEDA. 

Cara dari MATA KASIH ORANGTUA

Jika suatu hari nanti, putra atau putri Anda mendapatkan "cap bodoh”, “cap nakal” , “cap lamban” atau cap lainnya, yang sama seperti Thomas Alfa Edison kecil, maka siapa yang akan Anda percayai? Anak Anda atau lingkungan negatifnya?

PERAN IBU YANG LUAR BIASA    

#SELAMAT HARI ANAK NASIONAL 23 Juli 2018

Dari FB : Satria Hadi Lubis

Share by :
IG @abdulazisid
www.facebook.com/abdulazisid

Perkumpulan Masyarakat Batak (PMB) Kota Tangerang Selatan Gelar Silaturahmi

Perkumpulan Masyarakat Batak (PMB) Kota Tangerang Selatan menggelar kegiatan silaturahmi dengan 5 puak ditambah saudara dari suku-suku lain.
Mereka  berbaur menjadi satu kesatuan dalam acara yang digelar di Kampung Konservasi RIMBUN, Jl H Jamat No 11 Ciater Serpong, Kota Tangsel, Sabtu (21/07/18).

Ketua Umum PMB Tangsel Ucok AH Siagian, mengatakan bahwa kegiatan PMB bersatu lima (5) puak seperti Puak Angkola Mandailing, Puak Karo, Puak Simalungun, Puak Pak Pak Dairi dan Puak Toba dengan mengacu dan berpegang teguh kepada Dalihan Na Tolu.

"Syukur Alhamdulillah dimalam yang penuh kearaban dan acara silaturahmi ini, saudara kita dari suku lain seperti Sunda, Jawa, Sulawesi,  Betawi, Cina dan Aceh juga dapat hadir bersama kita. Hal Ini menunjukkan bahwa Keanekaragaman suku yang ada di Indonesia menjadi satu bukti bahwa kita dapat bersatu dalam NKRI ini," kata Ucok Siagian.

Ucok Siagian menambahkan bahwa PMB terwujud atas dasar musyawarah sehingga tercetuslah satu kesepakatan dari 11 pendiri PMB dan kesepakatan itu tercapai karena berpedoman kepada Dalihan Na Tolu.

Adapun tujuan mendasar terbentuknya PMB ini adalah mengembalikan kiprah masyarakat Batak dirantau untuk tetap menjaga nilai-nilai budaya dan memegang teguh Dalihan Na Tolu yang harus kita wariskan kepada generasi penerus bangsa.


"Jadi makna dan arti di dalam Dalihan Na Tolu sangat luas karena di dalamnya kita diajarkan untuk saling menghormati setiap perbedaan, menghargai setiap pendapat dan bersikap demokrasi," jelasnya.
KH Adnan Harahap dalam tausiahnya menyampaikan agar masyarakat Batak di Tangsel mendukung program pemerintah daerah dengan turut berperan aktif dalam pembangunan daerah.
"Mudahan-mudahan pertemuan malam ini diberikan berkah dan hidayah Allah SWT. Tetap menjaga hubungan baik antar manusia dan hindari praduga dan prasangka yang tidak bertanggung jawab demi keutuhan bangsa dan negara," ujarnya


Sebagai bangsa yang besar, pasti bangga dengan keanekaragaaman yang ada di Indonesia. Kerukunan antar umat beragama yang dibingkai dalam Pancasila menjadi modal dasar bagi seluruh rakyat Indonesia,

Maka pada acara silaturahmi PMB Tangsel, masyarakat Batak di Tangsel bertekad menjaga kesatuan dan persatuan melalui Dalihan Na Tolu.

Selain itu diharapkan masyarakat Batak melestarikan budaya dan menjaga filsafat suku Batak hingga generasi anak cucu kita dengan me-viralkan seruan, "Aku bangga jadi orang Batak." 

Acara yang mengusung tema, hangatnya kopi menambah hangatnya kerukunan persaudaraan dan persatuan masyarakat Batak di Kota Tangerang Selatan dihadiri lebih kurang 200 masyarakat Batak.

Hadir pula dalam acara, Wakil Walikota Tangsel, Benyamien Davnie, Kapolres Tangsel, AKBP Ferdy Irawan Saragih yang juga Pembina PMB, walikota Tangsel diwakili ASDA I Rahmat Salam, Penasihat Muller Sitanggang, Ketua Panitia Yusron, Kabid Pariwisata Tangsel, para ketua dari 5 puak, para pengurus, tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Kearaban dan kekeluargaan 5 puak sangat kental terasa, mereka larut dan ikut bernyanyi dan menari saat lagu-lagu 5 puak dimainkan.


Editor: Samuel Febrianto



Thursday, 26 July 2018

Makanya piknik! Jangan seperti katak dalam tempurung.


Gayatri Muthari


 *Apakah mengenakan Hijab ialah Perintah Allah?*
Saya mengenakan hijab ketika saya berumur 17 tahun, tepat pada hari jadi ayah saya yang ke 52 tahun. Saya memutuskan mengenakannya setelah membaca buku karya salah satu teolog Syiah favorit saya, Ayatullah (Syahid) Murtadha Muthahari. [Saya masih mengaguminya, bersama-sama yang sezaman yaitu Ali Syariati dan Imam Khomeini]. Karena karyanya itulah, saya tidak menganggap mengenakan hijab ialah “berhijrah”.

Saya mengenakannya saat duduk di kelas 2 SMA, dan sama sekali tidak percaya bahwa apa yang saya lakukan itu yang paling benar, sehingga saya menolak kampanye hijab yang mulai didakwahkan di Rohis SMU kami. Saya sangat suka pakaian penutup kepala, dan karena karya itu pula, saya tetap melepaskan hijab di rumah, meski saat tamu berkunjung ke rumah saya tidak berhijab. Juga, bahwa saya mengenakan berbagai gaya hijab dan mengenakan pakaian dengan berbagai gaya, bahkan termasuk panjang lengan dan bagian leher apakah harus ditutup atau tidak - saya tidak pernah percaya pada satu fikih.

Saya tertarik dengan kehidupan biarawati dan biksuni sejak duduk di bangku SD, sehingga saya pun sangat menyukai gaya busana penutup kepala para biarawati.

Ini adalah alasan mengapa saya mengkoleksi ribuan foto busana penutup dan penghias kepala dari berbagai belahan dunia, dari ribuan suku dan ratusan sekte agama-agama di dunia. Saya mempelajari semuanya dengan tekun sejak 2009. Saya boleh menyombongkan diri kalau saya sangat ahli dalam hal ini daripada semua pakar hijab, ustad, ustazah, dan perancang busana Muslimah.

Saat berada di Roma dan Vatikan, atau jalan-jalan di kota-kota lain di Italia, saya sangat senang memotret pakaian seragam biarawati yang sangat beragam itu. Busana penutup kepala mereka juga sangat beragam, sangat jauh dari yang selama ini umum biasa melihatnya. Maka, benarlah nasehat, “Makanya piknik! Jangan seperti katak dalam tempurung.”
Sebelum ke Roma, oleh karena saya telah menerima inisiasi sebagai darwis Daudiyah-Bektashi, maka saya memutuskan mengenakan pakaian penutup kepala yang dapat menunjukkan bahwa “hijab bukanlah hanya busana Muslimah tetapi juga dikenakan banyak perempuan beragama lain di dunia.”

Saya ingat berapa kali orang memandangi hijab saya, bahkan berkomentar saya ini suster Katholik atau Muslimah? Lucunya, sekembali dari Roma, justru gaya hijab saya yang seperti biarawati waktu itu justru sempat menjadi fesyen hijab Muslimah di Indonesia.

Saya memutuskan mengenakan busana penutup kepala yang lebih beragam setelah saya dinyatakan oleh dokter bahwa saya hidup dengan SLE. Jenis SLE yang saya alami lebih kerap menyerang kulit saya. Saya mendapatkan wangsit, bahwa kehidupan saya sudah tidak lagi sama oleh karena SLE dan berbagai autoimun yang ikut membonceng dengannya. Saya harus mengabarkan salah satu pesan ini, lewat tubuh saya dan apa yang saya lakukan: bahwa hanya ada satu kebenaran, tetapi kebenaran itu bukanlah agama Islam.

Saya mengenakan kerudung yang biasa dikenakan para Muslimah jaman nenek saya, kerudung orang-orang Alevi-Bektashi di Turki, tichel wanita Yahudi, dan lain-lain, lalu saya mengenakan rok di bawah lutut, lengan sesiku, dan seterusnya yang sama sekali tak lazim dilihat di Indonesia sebagai “busana Muslimah”.

Ayah maupun ibu saya tak pernah menasehati, meminta, apalagi memaksa saya agar berhijab. TIDAK PERNAH. Mereka benar-benar orangtua yang keren. Bahkan tidak pula nenek saya seorang aktivis Aisyiah yang menasehati saya berpakaian sopan. Saya dan adik-adik perempuan saya dibesarkan dalam kebebasan menentukan bagaimana kami harus berpakaian sesuai norma umum yang berlaku di tempat kami tinggal atau di mana saat kami berada. Itu saja.

Sejak SMA, bahkan saat memutuskan berhijab, saya diam-diam percaya bahwa hijab bukanlah kewajiban.
Tentu saja saya waktu itu meyakini itu adalah perintah Allah, tetapi saya diam-diam meyakini bahwa Allah tidak mewajibkannya, dan tidak percaya bahwa perempuan yang tidak berhijab itu berdosa, tidak taat, dan lain-lain yang merendahkan wanita tak berhijab.

Saya punya sejarah panjang dalam hal mengenakan hijab sejak SMP. Guru SMP saya di Malaysia waktu itu menuntut kami berhijab, tetapi saya menolaknya meski tetap mengenakanya saat kelas 2 SMP. Saya tidak percaya pada doktrinnya bahwa rambut perempuan yang tak berhijab akan dibakar di neraka. Doktrin bedebah macam apa itu?

Tetapi, guru-guru agama saya di SMP dan SMA sewaktu di Malaysia sangat menghormati saya. Mengapa? Karena saya selalu mendapat nilai tertinggi, selalu lebih dari 90, dalam seluruh ujian studi agama Islam saya. Saya mengerti semua hadis, ayat Alquran, sejarah, dan doktrin yang diajarkan daripada semua teman seangkatan saya yang Muslim saat itu. Selama lima tahun berturut-turut saya memperoleh hadiah untuk peraih nilai Studi Islam tertinggi untuk angkatan saya.

Setelah melepaskan hijab saya ketika SMP kelas 3, saya tetap mengenakan baju kurung, karena saya sangat menyukai busana tradisional Melayu ini. Saya memang penggemar berat busana-busana tradisional dan klasik dari seluruh budaya sejak kecil.

Sejak memiliki banyak waktu untuk mendalami kitab mahakarya Pdt. Thomas McElwain atau Syaikh Ali Haydar, mentor saya, saya memiliki pandangan yang terus berubah mengenai hijab. Kitab ini ialah Alkitab dan Alquran terjemahan berima dengan syarahan puitisnya yang benar-benar universal. Tidak bisa disebut karya agama Islam, agama Kristen, atau pun agama Yahudi. Tapi, benar-benar sepenuhnya “Abrahamic Faith”, bahkan sepenuhnya "universal faith".

Saya merenungkan dalam-dalam “Benarkah hijab ialah perintah Allah sehingga semua perempuan beriman wajib (atau sebaiknya) mengenakannya?”

Saya mulai belajar lebih tekun tentang makna sebenarnya aurat, karena ini ada kaitan dengan hukum paling mendasar, paling fundamental, paling universal, dan paling esensial dalam Dekalog. (Lihat Albaqarah 53, Keluaran 20, Ulangan 5, Matius 5 dan 19, dll).

Hukum itu berbunyi, “Lo Tinaf” yang diterjemahkan sebagai “Don’t commit adultery” atau “Jangan berzinah”. Saya mendapati bahwa saya selama ini telah keliru memahami kata “zinah” terjemahan Arab dari kata Ibrani “tinaf”. Terjemahan Arab tersebut ternyata secara etimologis berkenaan dengan pelacuran, sedangkan kata Ibraninya secara sederhana berarti “akad” atau “kesepakatan”.

Jadi, sekarang saya mulai mengerti bahwa aurat tidak berkenaan dengan pakaian yang kita kenakan, melainkan berkenaan dengan pengendalian hasrat kita sendiri. Saya juga mulai mengerti bahwa “Lo Tinaf” berarti jangan melanggar akad/kesepakatan.

Artinya, pernikahan ialah akad. Apa akad atau kesepakatan antara dua individu dan dua keluarga yang memutuskan bersatu? Apakah boleh melakukan seks dengan perempuan/lelaki lain dalam perjanjian itu? Apakah boleh menikah dengan perempuan/lelaki lain? Berapa mahar yang harus dibayarkan keluarga perempuan/keluarga lelaki? Anak-anak akan menjadi bagian dari klan suami atau istri? Dan, seterusnya. Jadi, ini bukan harus tentang seks. Jadi, zina atau tinaf bukanlah sepasang muda-mudi tanpa ikatan pernikahan melakukan seks.

Apa hubungannya hal ini dengan hijab?
Jelas ada.

Saya membaca dan menyaksikan serta mendengar di mana-mana, perkosaan tetap dilakukan kepada perempuan-perempuan bercadar dan berhijab dan berpakaian sopan, bahkan anak-anak. Jika Anda membiarkan pemikiran bahwa seluruh tubuh molek Anda ialah pembangkit birahi lelaki maka Anda harus menutupinya agar Anda merasa nyaman, maka siapa yang akan Anda salahkan jika saat berniqab atau berhijab Anda tetap diperkosa? Anda tak bisa mengendalikan siapa pun kecuali diri Anda sendiri. Rambut Anda indah dan ciptaan Allah, dan di seluruh belahan dunia manusia biasa melihat rambut. Tentu, ini agak berbeda dengan bagian kemaluan dan payudara wanita oleh karena konstruksi evolusi budaya manusia selama ribuan tahun.

Ayat tentang hijab dalam Alquran berkenaan dengan aurat, di mana masyarakat saat itu ternyata belum memiliki hukum yang melindungi perempuan yang berjalan ke luar rumah. Mereka mungkin akan dianggap pelacur atau budak. Dan, seterusnya.

Busana merupakan penanda suatu kasta dan golongan sejak dulu kala (selain terkait fungsinya yang beragam).

Maka, busana penutup kepala juga menjadi suatu penanda. Ada masyarakat di mana perempuan-perempuan yang berniqab menandakan mereka ialah pelacur, karena itu menutup wajah mreka. Sementara yang membuka wajahnya tetapi berhijab ialah para budak. Ada pun bangsawan mengenakan pakaian terbuka dalam ruang-ruang privat mereka, hanya berkerudung saat keluar rumah. Di masyarakat lain, norma berbusana dengan penandanya akan berbeda-beda lagi.

Saya mulai berpikir tentang ajaran Thomas McElwain dari Sayyid Bektash Wali dari Imam Ali kw, “Tauhid ialah satu kemanusiaan.”

Mungkinkah Tuhan Yang Maha Esa ingin memunahkan dan memusnahkan keberagaman busana di dunia?
Ini benar-benar tidak masuk akal dan melecehkan Allah, bagi saya saat merenungkannya.

Saya mendengar di televisi, seorang wanita berkata, “Selama ini Allah telah memberikan begitu banyak kepada saya, kenapa saya tidak memberikan kepada-Nya (yaitu mengenakan hijab sebagai tanda ketaatannya kepada perintah wajib dari Allah)?
Saya tertegun.

Jadi, kita hanya diminta untuk menutupi tubuh kita dengan selembar pakaian untuk menunjukkan bahwa kita memberikan sesuatu kepada Allah?

Para biarawati mengenakan hijab sebagai penanda bahwa dia memberikan hidupnya bagi melayani Allah, dalam hal ini melayani kemanusiaan. Sama seperti seorang darwis yang memilih mengenakan jubah wol jelek sebagai penanda atau para rahib memakai busana tertentu, untuk mengingatkan dirinya, bahwa dia telah memberikan hidupnya bagi Allah, melayani kemanusiaan. Jika orang melihat penanda-penanda itu, dan mereka berbuat keliru, mereka akan mendapat teguran untuk memperbaiki diri, berintrospeksi.

Tetapi, bukan sebaliknya. Bukan mengenakan hijab sebagai baktinya bagi Allah. Ini kedengaran seperti meremehkan Allah, bagi saya.

Jadi, sejak saya merenungkan persoalan ini dua tahun terakhir, saya meyakini bahwa Allah tidak pernah memerintahkan semua perempuan beriman untuk berhijab. Allah menyatakan ayat hijab lewat Muhammad untuk suatu kondisi pada masa dan ruang Muhammad.

Allah yang saya imani ialah Allah yang universal, yang menciptakan satu kemanusiaan dalam kebhinekaan yang maha luas dan maha lapang. Oleh karena Allah yang saya imani itu universal, maka Dia tidak mungkin memberikan kewajiban bagi manusia untuk melakukan hal-hal seremeh mengenakan hijab, yang mana akan berdampak memunahkan dan memusnahkan keberagaman berbusana di dunia.

Allah yang saya imani, karena Dia adalah Allah untuk semua umat manusia, dan mencintai semua manusia, maka perintah-Nya juga pasti universal.
Yaitu:: mengenal dan menerima realitas absolut (Sila ke-1 Dekalog), jangan berdelusi dengan selain yang absolut itu (Sila ke-2), memuliakan-Nya (sila ke-3), mengambil waktu istirahat/bertapa/bermusahabah agar tidak mengeksploitasi diri dan sesama makhluk (sila ke-4), menghormati orangtua (termasuk leluhur, sila ke-5), jangan mengambil nyawa orang lain (6 jangan membunuh), jangan melanggar akad perjanjianmu dengan sesama manusia (8. jangan berzinah), jangan mengambil hak ekonomi orang lain (7. jangan mencuri), jangan mengambil jiwa orang lain (9. jangan bersaksi dusta), dan jangan merusak dirimu sendiri dengan mengambil milik orang lain (10. jangan menginginkan milik orang lain).

Allah yang saya imani ternyata hanya meminta saya mengimani hanya ada satu kemanusiaan. Jangan membagi-bagi kemanusiaan sebab itu sama seperti memotong-motong Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Di dunia maupun di akhirat, tak ada diskriminasi dari-Nya atas dasar jenis kelamin, gender, ras, bangsa, agama dan aliran kepercayaan. Lupus SLE yang hidup bersama saya hari ini telah membuktikan dengan begitu jelas akan satu kemanusiaan ini.

Jika ada banyak kemanusiaan, maka kita tidak perlu menentang segala bentuk ketidakadilan seperti rasisme, diskriminasi, penjajahan, imperialisme, seksisme, dan lain-lain. Jika seorang perempuan masuk surga hanya karena selembar hijab, tetapi bukan karena baktinya bagi kemanusiaan, apakah ini keadilan ilahi, apakah maknanya ia sebagai manusia?

Jika Murtadha Muthahari masih hidup saya ingin menulis surat untuknya agar dia memperbaiki karyanya yang mengagumkan yang dikenal dalam judul “Keadilan Ilahi.”
“Tuan, keadilan ilahi kuncinya dapat dipahami dari sabda Imam Ali sendiri, bahwa manusia bersaudara dalam satu kemanusiaan. Maka, kuncinya ialah merenungkan bahwa tauhid tak lain ialah satu kemanusiaan.”

Dan, tentu saya akan mengucapkan terimakasih kepadanya. Saya mengenakan hijab seperti para Muslimah awam hampir selama 17 tahun berkat karyanya. Saya masih suka chador, tapi chador Abyaneh dan chador Pakistan yang berwarna-warni. (Saya hampir membenci busana hitam!). Meskipun ada perubahan pandangan saya tentang hijab, tetapi sejak semula saya mengenakan hijab bukan sebagai bakti saya kepada Allah.

Saya tidak mengatakan kepada Anda untuk melepaskan hijab Anda. Tetapi, saya hanya ingin Anda mengerti bahwa menurut saya, hijab bukanlah bentuk bakti atau bentuk pengabdian bagi Allah. Baik Anda berhijab maupun tidak, berbakti atau mengabdi bagi Allah ialah berbakti dan mengabdi bagi satu kemanusiaan. Inilah bakti, pengabdian dan pelayanan para nabi, rasul, mesias dan para pembimbing ilahi lainnya.

Saya kini sadar, Allah telah memanggil saya sejak kecil untuk menyadari hal ini. Hijab yang dulu saya kenakan hanyalah penanda buat diri saya sendiri, untuk mengawal diri saya sendiri. Sekarang, saya punya kalung bintang-12 Bektashi, yang saya kenakan jika bepergian, dan jika pun tidak ada, saya masih punya Lupus yang menemani saya sepanjang waktu untuk mengingatkan saya. Bahwa saya harus mempersembahkan hidup saya untuk sesama manusia, betapa pun beratnya salib yang sedang saya pikul. [Misalnya saya marah-marah pada laptop saya saat menulis ini karena berjalan sangat lamban sedangkan mata saya belum pulih benar hehehe]


Following · Yesterday 

Rahayu,

RA Gayatri WM.

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10217267016449141&set=a.1121605082020.20499.1283854047&type=3&theater

Rendang Koalisinya Pakde Jokowi Rasanya Pas di Lidah !!



Menyajikan informasi yakni Rendang Koalisinya Pakde Jokowi Rasanya Pas di Lidah!! yang sedang hangat dan viral diperbincangkan netizen.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang tidak pernah mati gaya, dan selalu berhasil membuat pusing sampai ke ubun-ubun para lawan politiknya. Saat ini para lawan politiknya masih kebingungan memikirkan siapa yang akan maju sebagai capres dan cawapres dari koalisi mereka, tapi tidak bagi Jokowi. Nampaknya bidak catur Skak Mat ada ditangan Jokowi. Suatu permainan cerdas yang tidak diperkirakan oleh mereka yang selama ini mencoba menyudutkan atau menjatuhkannya.
Kehadiran Jokowi merupakan ancaman bagi mereka yang merasa terusik pundi-pundinya. Jokowi yang tulus memperjuangkan Indonesia menjadi negara yang bebas dari segala ketimpangan serta kezoliman, dan berkeadilan dan kemanusiaan.
Terlebih dari itu Jokowi juga bekerja keras membawa Indonesia menjadi negara yang dipandang dan diperhitungkan. Tentunya dua periode Jokowi akan sangat mengganggu mereka yang tidak lagi bisa lelap tidur. Tetapi sayang, Jokowi sudah terlanjur memegang permainan.
Malam tadi Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengadakan pertemuan tertutup dengan para ketua umum partai politik pendukungnya. Mungkinkah karena Jokowi mau memberikan signal isi kantongnya, karenanya pertemuan yang diklaim sebagai makan malam ini bersifat tertutup. Bukan kejutan yang indah khan kalau sampai ketebak Prabowo Subianto misalnya, atau bisa jadi juga karena menu makanannya yang takutnya kurang pas? He..he…ternyata selain bisa sulap, Pakde Jokowi juga suka bermain teka-teki yang ngeri-ngeri sedap.
Pertemuan ini sebelumnya dijadwalkan tanggal 15 Juli 2018, namun dikarenakan kesibukan dan kesulitan mencari waktu maka baru sekarang dapat direalisasikan. Menurut informasi yang bisa dipercaya, Pak Jokowi didampingi oleh Menteri-Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung, sedangkan yang hadir pada pertemuan tersebut Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO), Ketua Umum NasDem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, dan Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy).
Pertemuan diagendakan berlangsung pukul 19.00 WIB di Istana Kepresidenan Bogor, Senin 23 Juli 2018, namun hingga pukul 20.00 WIB masih belum terlihat tanda-tanda. Meskipun sejak pukul 19.10 WIB memang sudah terlihat beberapa mobil berwarna hitam masuk lewat pintu Istana Kepresidenan Bogor, yang letaknya berseberangan dengan gedung Balai Kota Bogor.
Sementara itu, ditempat terpisah, Hotel Sultan, Jakarta dan diwaktu yang nyaris sama sekitar pukul 19.15 WIB entah karena tidak diundang makan malam oleh Pakde maka tak mau kalah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto juga hadir di tengah-tengah pendukungnya malam tadi bersama Persaudaraan Alumni (PA) 212. Prabowo tiba bersama Ketua Dewan Penasihat PA 212 Amien Rais pada pukul 19.15 WIB
Hal yang menarik jika diperhatikan dari akun Pakde Jokowi saat makan malam tersebut, dan mungkin signal bagi kita rakyat Indonesia.
Pertama, Pakde Jokowi terlihat lebih trendy dengan gayanya menggunakan sepatu sport hitam. Tetapi tetap ciri khas kemeja putih dipadankan dengan celana hitam beliau.
Kedua, tamu Pakde kompak mengenakan batik. Tamu Pakde kecuali Surya Paloh terlihat kompak sumringah mengenakan batik. Hanya Surya Paloh yang tampak mengenakan jas, namun tidak menghilangkan kekompakan dan sumringahnya.
Jokowi sempat mengatakan di akunya bahwa, “Masalah-masalah bangsa tak akan bisa dipikirkan dan diselesaikan hanya oleh satu-dua orang sahaja. Kebersamaan dan persatuan adalah aset penting bangsa ini. ”
Ada baiknya jika kita mengingat kembali gaya politik Jokowi, salah satunya adalah pembicaraan di meja makan. Tampak Pakde ingin menyatukan pikiran dari berbagai perbedaan untuk satu tujuan yaitu kemajuan bangsa melalui menu makan malam. Waktu yang tidak lama lagi untuk kita semua sama-sama mengetahui siapa cawapres Pakde. Terlihat signal politik Pakde untuk mengatakan agar para pendukungnya dapat berjiwa besar siapapun cawapres terpilih.
Baiklah kita melihat menu apa yang dihidangkan, tidak lain makanan khas Sunda, mulai dari nasi putih, kaylan, ayam goreng, tempe goreng, tahu isi udang, ikan gurami goreng kipas, taoge ikan asin, hingga minuman bandrek susu kelapa.
Berharap menu cocok di lidah ke enam partai, terlihat senyum sumringah menuju Indonesia maju.
Kayaknya mending gitu aja deh.

http://www.saikbet.com/berita-tercepat/rendang-koalisinya-pakde-jokowi-rasanya-pas-di-lidah/

Wednesday, 25 July 2018

Catatan Pada Usia 22 Tahun

Alhamdulillah hari ini resmi menginjak usia 22 tahun. Banyak pertanyaan pagi ini, utamanya dari keluarga dan teman, soal hadiah apa yang diinginkan. Hanya satu saja hadiah yang saya minta: DOA.
Doa apa? Hanya satu juga: agar PSI masuk parlemen tahun 2019 nanti. Mungkin di benak keluarga dan teman, saya hanya berpikir soal politik, politik, dan politik. Tapi bagi saya politik sudah menjadi begitu personal. Bukan karena saya ingin merasakan kursi Senayan. Politik bukan tujuan, politik adalah alat paling efektif untuk mencapai tujuan yang saya inginkan: membawa Indonesia bersih dari korupsi dan memberi kesejahteraan bagi rakyatnya.
Saya berpolitik sejak usia 19 tahun. Saya memulai semuanya sendiri. Orang tua saya bukan orang politik. Tapi mereka sangat mendukung langkah saya berpolitik. Itu mendorong saya untuk belajar soal politik. Saya mencoba membaca buku-buku pendiri bangsa Indonesia. Sukarno yang paling memikat saya.
Saya juga mencoba menuliskan pandangan saya di media sosial. Mendengarkan perdebatan seputar politik. Memahami cara kerja politisi-politisi berprestasi seperti Jokowi, Ahok, Risma, Nurdin Abdullah, dan lain-lain. Mencoba mengenal banyak orang dan mengajak mereka berdiskusi soal politik.
Sama sekali tidak. Bergabung dengan PSI adalah keberkahan bagi saya. Saya bahagia di PSI karena partai ini tak pernah membuat saya melakukan hal-hal yang tak sesuai nurani saya. Kami melakukan banyak hal yang selama ini kami kritik kepada partai pada umumnya. Kami membuat seleksi caleg terbuka, penggalangan dana publik, sistem pengawasan caleg, kami selalu bereksperimen demi politik Indonesia yang lebih baik. So, it’s all worth it!
Belakangan ini banyak yang meledek saya karena elektabilitas PSI yang masih rendah. Ada yang bilang ‘udah, pindah partai aja!”. Saya tegaskan ke mereka: lebih baik saya kalah bersama PSI dibanding menang dengan partai lain. Saya akan berjuang sekuat tenaga untuk partai ini.
Saya tak mau masuk ke DPR tapi tak mampu berbuat sesuatu. Saya ingin masuk ke sana dan memperjuangkan UU E-Budgeting, undang-undang yang saya percaya akan mampu membantu pencegahan korupsi di negeri. Saya hanya bisa melakukan itu semua bersama PSI, partai yang diisi orang-orang yang memiliki komitmen anti korupsi.
Pada 2019 nanti, saya percaya kami semua di PSI akan membuktikan bahwa anak muda mampu masuk ke DPR & mampu bawa perubahan. Karena itu, di hari ulang tahun ini, saya hanya memohon doa itu saja kepada Bro & Sis semua. Restui perjuangan kami untuk Indonesia lebih baik.

Friday, 20 July 2018

LOWONGAN KERJA JULI 2018






Penerimaan Pegawai BUMN PT. Dirgantara Indonesia (DI) Lulusan SMA/D3/S1
Deadline: 16 Juli 2018
Info: http://bit.ly/2BvLqIB

Lowongan kerja PT Freeport Indonesia
Deadline: 13 Juli 2018
Info: https://bit.ly/2lNmFRE

Penerimaan Calon Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) Kementerian Sosial Republik Indonesia Tahun 2018
Deadline: 16 Juli 2018
Info: https://bit.ly/2KUmXnD

Lowongan Kerja BUMN PT Pos Indonesia
Deadline: 14 Juli 2018
Info: https://bit.ly/2uiLWGW

Lowongan Kerja PT. Akebono Brake Astra Indonesia
Deadline: 4 Agustus 2018
Info: https://bit.ly/2NtE5zo

Lowongan Kerja BUMN PT Surveyor Indonesia
Deadline: 1 Agustus 2018
Info: https://bit.ly/2KUguGo

Penerimaan Pegawai Non PNS Kementerian Pekerjaan Umum (PU)
Deadline: 15 Juli 2018
Info: https://bit.ly/2IXnaS3

Lowongan Kerja BUMN PT Istaka Karya (Persero)
Deadline: 1 Agustus 2018
Info: https://bit.ly/2lTUu3h

Lowongan kerja BUMN PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero)
Deadline: -
Info: https://bit.ly/2MB3Vju

Lowongan kerja PT Elsicom Engineering
Deadline: 11 Juli 2018
Info: https://bit.ly/2tTYcNT

Lowongan kerja PT Angkasa Pura Support Lulusan SMK/Sederajat
Deadline: 31 Juli 2018
Info: https://bit.ly/2tU3Mjh

Lowongan Kerja BUMN PT Kimia Farma (Persero)
Deadline: 26 Juli 2018
Info: https://bit.ly/2kGY4gK

Lowongan Kerja Bank Sinarmas
Deadline: 26 Juli 2018
Info: https://bit.ly/2oBiUj6

Lowongan Kerja PT Pos Logistik Indonesia SMA/Sederajat
Deadline: 25 Juli 2018
Info: https://bit.ly/2hlQTw5

Lowongan Keja PT Bank Central Asia TBK
Deadline : 31 Juli 2018
Info : https://bit.ly/2KpAJyq

Lowongan Kerja BUMN PT Wjaya Karya
Deadline : 25 Juli 2018
Info : https://bit.ly/2lBIGCC

Lowongan Kerja PT Jaminan Askrindo Syariah
Deadline: 22 juli 2018
Info: https://bit.ly/2tJAF2b

Lowongan Kerja BCA Syari'ah
Deadline: 25 Juli 2018
Info: https://bit.ly/2KrIEZ4

Lowongan Kerja PT Adikari Wisesa Indonesia
Deadline: 26 Juli 2018
Info: https://bit.ly/2KsG0SV

Lowongan Kerja Tripatra
Deadline: 15 Juli 2018
Info: https://bit.ly/2N4zyD1

Lowongan Keja PT Astra Financial Services
Deadline: 22 Juli 2018
Info: https://bit.ly/2ySP5CO

Lowongan Kerja BUMN PT Asuransi Jiwasraya
Deadline: 20 Juli 2018
Info: https://bit.ly/2h5aT2P

Lowongan Kerja PT Honda Prospect Motor
Deadline: 20 Juli 2018
Info: https://bit.ly/2LKPZDf

 PT. Bank Mandiri Taspen Pos (Mantap) Lulusan SMK/Sederajat
Deadline: -
Info: https://bit.ly/2KzMp2r

Lowongan Kerja BUMN PT TASPEN (Persero)
Deadline: 14 Juli 2018
Info: https://bit.ly/2NnIaoJ

Lowongan Kerja BUMN PT Pelabuhan Indonesia I (Pelindo I)
Deadline: 1 Agustus 2018
Info: https://bit.ly/2KE7wQH

Lowongan Kerja Bank Mega Syariah
Deadline: 5 Agustus 2018
Info: https://bit.ly/2u39UG5

Lowongan Kerja BRI Syariah sebagai Sharia Officer Development Program (SODP) - Semua Jurusan
Deadline: 4 Agustus 2018
Info: https://bit.ly/2KNTWXv

Tolong dishare ya, semoga dengan memudahkan urusan orang lain maka urusan kita juga dimudahkan amin



PT. Dirgantara Indonesia (Indonesian Aerospace Inc.) adalah industri pesawat terbang yang pertama dan satu-satunya di Indonesia dan di wilayah Asia Tenggara. Perusahaan ini dimiliki oleh Pemerintah Indonesia dan didirikan pada 26 April 1976 dengan nama PT. Industri Pesawat Terbang Nurtanio dan BJ Habibie sebagai Presiden Direktur. Industri Pesawat Terbang Nurtanio kemudian berganti nama menjadi Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) pada 11 Oktober 1985. Setelah direstrukturisasi, IPTN kemudian berubah nama menjadi Dirgantara Indonesia pada 24 Agustus 2000.
Dirgantara Indonesia tidak hanya memproduksi berbagai pesawat tetapi juga helikopter, senjata, menyediakan pelatihan dan jasa pemeliharaan (maintenance service) untuk mesin-mesin pesawat. Dirgantara Indonesia juga menjadi sub-kontraktor untuk industri-industri pesawat terbang besar di dunia seperti Boeing, Airbus, General Dynamic, Fokker dan lain sebagainya. Dirgantara Indonesia pernah mempunyai karyawan sampai 16 ribu orang. Karena krisis ekonomi yang melanda Indonesia, Dirgantara Indonesia melakukan rasionalisasi karyawannya hingga menjadi berjumlah sekitar 4000 orang.
Pada awal hingga pertengahan tahun 2000-an Dirgantara Indonesia mulai menunjukkan kebangkitannya kembali, banyak pesanan dari luar negeri seperti Thailand, Malaysia, Brunei, Korea, Filipina dan lain-lain. Meskipun begitu, karena dinilai tidak mampu membayar utang berupa kompensasi dan manfaat pensiun dan jaminan hari tua kepada mantan karyawannya, DI dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 4 September 2007. Namun pada tanggal 24 Oktober 2007 keputusan pailit tersebut dibatalkan. Tahun 2012 merupakan momen kebangkitan Dirgantara Indonesia. Pada awal 2012 Dirgantara Indonesia berhasil mengirimkan 4 pesawat CN235 pesanan Korea Selatan. Selain itu Dirgantara Indonesia juga sedang berusaha menyelesaikan 3 pesawat CN235 pesanan TNI AL, dan 24 Heli Super Puma dari EUROCOPTER. Saat ini PT Dirgantara Indonesia membuka lowongan kerja untuk posisi sebagai berikut:

Persyaratan Umum:
  • Warga Negara Indonesia (WNI) yang dibuktikan dengan kartu tanda penduduk
  • Calon Pelamar harus memenuhi kriteria yang ada di halaman depan website ini
  • Calon Pelamar diwajibkan untuk memiliki akun pelamar. Jika belum mempunyai akun silakan daftar terlebih dahulu
  • Calon Pelamar wajib memiliki email address yang digunakan untuk mendaftar akun
  • Satu akun yang telah terdaftar hanya dapat mengirimkan 1 aplikasi lamaran untuk 1 posisi
  • Pelamar yang mendaftarkan lebih dari 1 akun akan DIDISKUALIFIKASI
  • Pelamar yang mengirimkan data lampiran lamaran/application yang TIDAK SESUAI dengan kualifikasi akan langsung DIDISKUALIFIKASI
  • Pelamar yang berhasil mengirimkan lamaran akan menerima no registrasi yang akan digunakan untuk pemanggilan tes
  • Dalam proses recruitment ini peserta test TIDAK dikenakan BIAYA/PUNGUTAN apapun
  • Bersedia mematuhi seluruh ketentuan rekrutmen. Apabila setelah di nyatakan lulus dalam keseluruhan tahapan seleksi ternyata terbukti memberikan keterangan yang tidak benar atau palsu dan tidak sesuai dengan Persyaratan administrasi yang di tentukan oleh PT. Dirgantara Indonesia (Persero), maka dinyatakan gagal lulusnya.
  • Pelamar belum menikah, di buktikan dengan surat keterangan yang sah dari pejabat yang berwenang dan bersedia untuk tidak menikah selama menjalani periode karyawan Kontrak.
  • Bebas dari penggunaan narkoba dan obat psikotropika, sedang tidak dalam proses pengusutan terhadap suatu pelanggaran dengan pihak berwajib karena tindakan kriminal atau pelanggaran obat - obat terlarang yang dinyatakan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian ( SKCK ).
  • Sehat jasmani dan rohani yang di nyatakan dengan surat keterangan dari dokter.
  • Bersedia ditempatkan di semua kawasan perusahaan dan atau di unit organisasi  PT Dirgantara Indonesia (Persero) antara lain : Bandung, Jakarta, Tasikmalaya, Surabaya.


Persyaratan untuk lulusan D3/Diploma:
  • Lulusan dari Perguruan Tinggi dengan jurusan terakreditasi minimal "B"
  • Berumur maksimal 25 tahun Pada saat penutupan pendaftaran
  • Indeks prestasi kumulatif (IPK) untuk akreditasi "A" ≥ 2,75 , "B" ≥ 3,00
  • Bisa berbahasa Inggris, TOEFL minimal 450, TOEIC minimal 550, dan IELTS minimal 5
  • Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
  • Belum pernah menikah dan bersedia untuk tidak menikah selama menjalani periode karyawan trainee


    Persyaratan untuk lulusan S1:
    • Lulusan dari Perguruan Tinggi dengan jurusan Terakreditasi minimal "B"
    • Berumur maksimal 25 tahun Pada saat penutupan pendaftaran
    • Indeks prestasi kumulatif (IPK) ≥ 3,00
    • Bisa berbahasa Inggris, TOEFL Min 450 atau IELTS Min 5
    • Belum pernah menikah dan bersedia untuk tidak menikah selama menjalani periode karyawan trainee
    http://www.karirglobal.id/2017/11/penerimaan-pegawai-bumn-pt-dirgantara.html

    ULAMA SE JABODETABEK DUKUNG JOKOWI



    Ribuan massa terdiri dari takmir masjid, ulama, santri se-Jabodetabek bersama seluruh lapisan masyarakat dengan semangat hubbul Waton Minal Iman mendeklarasikan diri untuk memenangkan Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden RI untuk periode berikutnya.

    “Kami siap sedia menjadi motor penggerak Islam rahmatan Lil Al-Amin dalam kehidupan berbangsa bernegara, dan menjadi garda terdepan dalam menjaga Pancasila dan negara kesatuan republik Indonesia,” tegas Pengasuh Pondok Pesantren Fatihatul Qur’an – Bogor KH Moh. Monib, S.Ag, MA, di Gedung Panti Trisula Perwari Menteng Jakpus, Kamis (19/7/2018).

    “Siap sedia memenangkan Ir. H. Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia 2019-2024,” tuturnya.

    Ditempat yang sama, Ketua Umum Forum Rembuk Masjid Indonesia (Formasi), Gus Sholeh MZ memandang kepemimpinan mantan Gubernur DKI ini diakui sangat dicintai rakyat, santri, dan para ulama.

    “Jokowi dicintai rakyat, santri dan para ulama. Apapun partainya, siapa pun wakilnya presidennya ya tetap Jokowi Presidennya,” ucapnya. Ia memastikan kehadiran para peserta di agenda halal bihalal ini murni sebagai wujud kekagumannya dengan sosok Jokowi yang kian dicintai para ulama.

    “Kita datang ikhlas lahir batin untuk mendukung Jokowi. Dan yang hadir disini bukan ustadz-ustadzan tapi kami ustadz beneran,” katanya.

    Lebih lanjut, Gus Sholeh menyatakan bahwa memenangkan Jokowi bukan untuk kepentingan kelompok pribadi, melainkan demi kebersamaan tidak membeda-bedakan mahdzab, agama, maupun suku dan golongan.

    “Ini untuk kepentingan nasionalis. Mari bergandengan tangan, stop fitnah dan nyinyir sesama anak bangsa,” bebernya.

    Sementara itu, Wakil Ketua Lembaga Takmir Masjid (LTM) PCNU Jawa Barat KH Nasrullah mengajak para ulama untuk ikut menyejukkan suasana di tahun politik kali ini.

    “Tugas kita para ulama berusaha bagaimana caranya membuat hati jamaahnya menjadi tentram,” ujar Nasrullah.

    Dalam kesempatan yang sama, Sekjen DPP Jam’iyyah Ahli Thoriqoh Muktabaroh Indonesia (JATMI) KH. Miftahul Falah menyampaikan alasannya dirinya lebih memilih Jokowi ketimbang yang lain. Pertama, Jokowi adalah muslim dan menjadi syarat utama sebagai Presiden RI. Berikutnya, Jokowi disebut tegas.

    “Jokowi muslim dari kecil. Dia tegas meskipun kelihatannya aja klemar-klemer. Buktinya berani sama Freeport dan bubarkan kelompok radikal yang anti NKRI. Juga nasionalis tulen, tidak mementingkan suku dan agama,” pungkasnya.

    BRAVO PARA ULAMA YANG ASLI
    https://www.facebook.com/vladimir.meurkeudeuweng/videos/pcb.637776309921230/637776219921239/?type=3&theater

     
    Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India