Friday, 8 June 2018

Kejahatan cyber menghancurkan kehidupan anak-anak


Ini adalah kejahatan yang paling mengganggu yang pernah Anda membaca ketika anak-anak berusia 6 tahun atau lebih dibawa ke sebuah ruangan di pinggiran kota yang kaya atau gubuk liar di permukiman kumuh bertujuan untuk melakukan aksi seksual di depan kamera, lalu mempostingnya ke Internet.
Ini adalah bisnis kriminal yang berkembang besar dari hari ke hari. Meskipun koneksi Internet sangat lambat di seluruh Filipina pada umumnya, operator cyber-seks dan sarang seks yang menunjukkan pornografi anak tampaknya memiliki kecepatan broadband, yang tercepat dari semua.
Dalam menghadapi pelayanan penyediaan Internet mungkin memperjelaskan ini, tapi satu hal yang pasti – cara itu merusak dan menjadi malapetaka bagi kehidupan ribuan anak kecil.
Selama sesi ini anak laki-laki dan gadis belia dipaksa atau terpikat melakukan tindakan seksual untuk orang asing yang melihat mereka dari luar negeri dengan imbalan uang. Banyak anak mengalami trauma dan terganggu selama hidup mereka.
Kasus Gerard Peter Scully dari Australia, diadili di Cagayan de Oro City karena diduga melakukan penyerangan seksual kepada anak  dan membunuh seorang anak, sementara rekaman video tersebut dijualnya melalui Internet, mungkin ini merupakan kasus yang paling keji.
Sebuah badan amal melindungi anak-anak di seluruh dunia, Terres de Hommes,  membantu polisi mengidentifikasi dan menangkap kaum pedofil yang menggunakan Internet untuk penyalahgunaan anak-anak dan berbagi gambar mengejutkan.
Permintaan internasional sangat banyak. Beberapa tahun lalu badan amal itu memposting video online seorang anak berusia 10 tahun bernama “Sweetie,” yang tampak begitu nyata bahwa sebanyak 20.000 pedofil di seluruh dunia berupaya menghubungi dia dan ingin melakukan tindakan seksual kayalan.
Banyak undang-undang Filipina memerangi kejahatan terhadap anak-anak. Namun, pejabat pemerintah berjuang untuk menangkap penjahat dan pedagang anak yang licik dalam menyembunyikan kegiatan mereka.
Di Filipina, pengadilan cepat untuk menghukum wartawan, penulis, dan komentator ketika dituduh pencemaran nama baik, namun kasus terkenal dari kejahatan dunia maya, pornografi anak, kekerasan terhadap anak dan perdagangan manusia dibiarkan begitu saja.
Para korban diselamatkan oleh pekerja sosial dari kelompok hak-hak anak, Preda Foundation, yang menceritakan bagaimana anak-anak direkrut, diberi uang, ditipu  dan kemudian dipaksa untuk melakukan tindakan asusila. Mereka memberitahu seberapa luas itu di kalangan orang muda dan banyak melihat aksi seksual pada ponsel pintar.
Pemuda lainnya melakukan tindakan asusila dan membuat film seks di antara mereka sendiri dan teman sekolah dan secara ilegal berbagi dengan orang lain.
Orang-orang juga terpikat online bahwa mereka memiliki pacar  di chat room dan mereka dibujuk untuk menunjukkan diri mereka dalam pose seksual. Kemudian mereka diperas untuk membayar uang kepada pemeras kalau tidak dibayar ia akan memposting foto-foto tersebut secara online. Beberapa orang muda akhirnya melakukan bunuh diri.
Sementara UU Anti-Pornigrafi Filipina 2009 melarang semua ini, dan pelanggar akan dipidanakan. UU itu tidak diterapkan kepada penyedia server Internet di Filipina.
UU secara khusus menyatakan bahwa memfilter dan memblokir software harus digunakan untuk mencegah situs pornografi anak  yang sedang diakses dan setiap gambar anak-anak tidak senonoh sedang dikirim. Tapi, ini tidak dilakukan.
Biro Nasional Investigasi memiliki kekuasaan khusus di bawah Undang-Undang Anti-Cybercrime memungkinkan biro ini mendapatkan data dari penyedia layanan internet sehingga mereka dapat bertindak jika ada konten ilegal, namun konten ilegal ini lewat tanpa hambatan.
Organisasi-organisasi perlindungan anak nonpemerintah telah menentang penyedia server Internet agar mereka mematuhi hukum, tetapi diabaikan.
Perusahaan telepon dan Internet yang melanggar hukum dan undang-undang lainnya meliputi konten yang tidak pantas dan menyinggung jika mereka tidak memiliki filter ini di tempat.
Impunitas untuk kejahatan adalah umum di Filipina terutama untuk orang kaya dan orang-orang yang terhubung dengan baik. Uang diberikan dan apa pun mungkin. Ketika penjahat, meskipun ada bukti kuat terhadap mereka, bisa berjalan bebas maka kita bisa melihat sebuah masalah serius dengan sistem hukum.
Korupsi dalam penegakan hukum dan kemauan politik yang lemah mendorong kaum pedofilia internasional dan pornografi anak datang ke Filipina dan pelecehan anak-anak dan menghasilkan uang dari cara ilegal tersebut. Ini adalah bisnis miliar dolar di seluruh dunia. Sekitar 100.000 anak tergiur atau dipaksa tindakan seksual di web cam dan prostitusi pornografi anak.
Bersipak diam tentang kejahatan anak adalah memungkinkan dan bahkan menyetujui kejahatan tersebut.
Pastor Shay Cullen SSC asal Irlandia mendirikan Yayasan Preda di Olongapo City tahun 1974 untuk mempromosikan HAM dan hak-hak anak, terutama korban pelecehan seksual.
Sumber: ucanews.com



0 comments:

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India