Sunday, 20 May 2018

Budiman Sudjatmiko: Bukan Soeharto, Tapi Presiden Paling Berhasil adalah Jokowi. ini Datanya...



Politikus PDI Perjuangan Budiman Sudjatmiko mengatakan, survei Indobarometer secara tidak langsung menunjukkan bahwa Joko Widodo adalah presiden yang paling berhasil memimpin Indonesia.

Diketahui, survei Indo Barometer yang dirilis Minggu (20/5/2018) menyebutkan, 32,9 persen responden memilih Soeharto sebagai presiden yang paling berhasil. Urutan kedua dan ketiga diikuti Soekarno yang dipilih 21,3 persen responden dan Joko Widodo dipilih 17,8 responden.

Adapun, posisi keempat dan kelima ditempati oleh Susilo Bambang Yudhoyono (dipilih 11,6 persen responden) dan BJ Habibie (dipilih 3,5 persen responden). Pencapaian keberhasilan Soeharto, Soekarno dengan Jokowi, lanjut Budiman, tidak bisa dibandingkan. Sebab, periode kepemimpinan ketiga presiden itu berbeda jauh. Soeharto berkuasa selama 32 tahun dan Ir Soekarno menjadi presiden selama 22 tahun.


Sementara Jokowi yang kini belum menyelesaikan satu masa periode kepemimpinannya (sekitar 4 tahun) saja sudah berada pada posisi ketiga. Dengan demikian, menurut Budiman, boleh dibilang bahwa mayoritas responden memilih Jokowi sebagai presiden yang paling berhasil. "Artinya di sini, Pak Jokowi mendapatkan posisi bagus, Jokowi lebih tinggi (dibandingkan dengan presiden pasca-reformasi)," ujar Budiman kepada wartawan ketika dijumpai di bilangan Senayan, Jakarta, Minggu (20/5/2018).

Budiman menambahkan, hal itu disebabkan oleh Jokowi yang berhasil memecahkan opini publik mengenai pembangunan yang masif. "Dulu ada anggapan, pembangunan bisa berhasil kalau pemerintahannya sentralistik atau otoriter, semua bisa jalan. Nah, Pak Jokowi bisa membuktikan bahwa pembangunan bisa berjalan, bahkan merata di era pemerintahan yang demokratis," ujar Budiman. Menurut Budiman, memang sulit melaksanakan pembangunan yang masif apabila kekuasaan tidak sentralistik. Ini berkaitan dengan banyak hal, salah satu yang paling menentukan adalah politik anggaran.

Apalagi, di era sekarang, situasi otonomi daerah sudah berkembang pesat di mana wewenang pemerintah pusat tidak lagi semutlak era Orde Baru. Namun nyatanya Jokowi mampu menembus batas-batas itu dan melaksanakan pembangunan secara merata. "Jauh lebih susah loh membangun di pemerintahan demokratis ketimbang membangun di era sentralistis. Karena dulu ada faktor stabilitas yang lebih terjamin.

Nah, sekarang kan dinamis. Gubernur, bupati, wali kota saja bisa berbeda partai politik dengan presiden," ujar Budiman. "Di sinilah mungkin Pak Jokowi mendapat posisi yang bagus, karena dia bisa memadukan dua hal yang dikira banyak orang mustahil digabungkan, yaitu kebebasan dan pembangunan infrastruktur," lanjut dia.


https://nasional.kompas.com/read/2018/05/20/17050481/budiman-sudjatmiko-presiden-paling-berhasil-adalah-jokowi-bukan-soeharto.
Penulis : Fabian Januarius Kuwado
Editor : Farid Assifa

Jokowi: Bersihkan Lembaga Pendidikan dari Ideologi Sesat Terorisme



Melalui akun resmi Facebook,  Presiden Joko Widodo menyampaikan rasa prihatin  atas aksi terorisme di Surabaya dan Sidoarjo yang melibatkan anak-anak di bawah umur. 

"Serangkaian aksi terorisme yang terjadi di Surabaya dan Sidoarjo beberapa hari lalu itu melibatkan anak-anak di bawah umur. Padahal, seharusnya anak-anak ini masih senang bermain-main di halaman rumah atau di gang-gang, bersekolah, berkumpul dengan keluarga dan teman-teman," demikian bunyi postingan yang diunggah kemarin (19/5/2018) pukul 13.38 WIB. 


Ideologi terorisme dianggap telah merenggut kebahagiaan masa anak-anak itu. "Tapi ideologi terorisme telah merenggut semua kesenangan itu. Ini berarti, ideologi yang kejam ini telah masuk ke dalam sendi-sendi keluarga kita, keluarga di Indonesia. Saya berharap tidak ada lagi keluarga yang hancur karena ideologi sesat seperti terorisme," tambah Presiden.


Lebih jauh Presiden Joko Widodo berharap agar tetap mengedepankan tindakan preventif daripada langkah represif. Secara khusus Presiden juga memberikan penekanan untuk membersihkan lembaga pendidikan TK sampai peguruan tinggi dari ajaran sesat terorisme. 

"Saat berbuka puasa bersama pimpinan lembaga negara, menteri dan para tokoh di Istana Negara, Jakarta, kemarin, saya mengingatkan bahwa untuk mengatasi masalah terorisme, tindakan preventif jauh lebih penting dari langkah represif. Yaitu, membersihkan lembaga-lembaga pendidikan dari TK, SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi, juga ruang-ruang publik, serta mimbar-mimbar umum dari ajaran-ajaran ideologi yang sesat yaitu terorisme," jelas Presiden Joko Widodo. 


Saat berita ini diturunkan, postingan dari Presiden Joko Widodo ini telah mendapatkan lebih dari 6 ribu komentar dan lebih dari 37 ribu menyukai.



Source : https://edukasi.kompas.com/read/2018/05/20/16402701/jokowi-bersihkan-lembaga-pendidikan-dari-ideologi-sesat-terorisme
Editor : Yohanes Enggar Harususilo

Wednesday, 16 May 2018

Apa Saja Bidang Wirausaha Potensial di Tangsel ?

Tangerang Selatan (Tangsel) kini berubah menjadi kota satelit yang lebih mandiri dengan segala macam potensi kewilayahannya. Apa saja bidang wirausaha yang potensial di Kota Tangsel?
Tangsel berbatasan langsung dengan Jakarta Selatan, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Bogor dan Kota Depok. Tangsel punya luas 147,19 km2 dan terbagi jadi tujuh kecamatan: Setu, Serpong, Serpong Utara, Pamulang, Ciputat, Ciputat Timur, dan Pondok Aren.
Luas Tangsel sedikit lebih besar dibandingkan Jakarta Selatan (141,3 km2), tetapi kalah besar kalau disandingkan dengan Kota Tangerang (164,5 km2)
Jumlah penduduk Tangsel terus melonjak. Pada 2013, jumlahnya 1.443.403 jiwa, kemudian di 2014 jadi 1.492.999 jiwa. Angka ini terus naik, pada 2015 jadi 1.543.209 jiwa. Dari jumlah total tersebut, sebagian besar (71.90%) penduduk Tangsel merupakan Usia Produktif (15 – 64 tahun).
Seiring meningkatnya jumlah penduduk, praktis terjadi pertambahan jumlah rumahtangga. Data dari BPS Tangsel menyebutkan, pada 2013, jumlah rumahtangga mencapai 365.838. Kemudian meningkat lagi pada 2014 (380.591), dan 2015 (391.141).
Bukan cuma jumlah rumahtangga yang terus bertambah, bahkan tingkat kepadatan pun setali tiga uang. Pada 2015 misalnya, setiap km2 wilayah di Tangsel rata‐rata ditempati 10.484 jiwa. Ini mencerminkan Tangsel sebagai wilayah yang padat penduduknya.


Lantas bagaimana geliat perekonomian di kota yang dipimpin Walikota Airin Rachmi Diany ini? BPS Tangsel menyebut, struktur perekonomian Tangsel pada 2015 menurut lapangan usahanya, didominasi sektor Real Estate yang menyumbang 17,44 persen terhadap penciptaan nilai tambah di Tangsel dengan nilai nominal Rp 9,77 triliun. Disusul kemudian sektor Perdagangan Besar dan Eceran. Lalu, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor dengan share 17,16 persen atau sekitar Rp 9,62 triliun. Selanjutnya diikuti sektor Konstruksi yang punya share 14,66 persen (Rp 8,22 triliun).
Jumlah Industri Kecil, Menengah dan Besar di Kota Tangsel. (Sumber: BPS Kota Tangsel, 2014)
Jumlah Industri Kecil, Menengah dan Besar di Kota Tangsel. (Sumber: BPS Kota Tangsel, 2014)
Kuliner Tom Yam Kelapa di Tangsel. (Foto: Gapey Sandy)
Kuliner Tom Yam Kelapa di Tangsel. (Foto: Gapey Sandy)
Tangsel memperkenalkan slogan kotanya dengan CMORE yang berarti Cerdas Modern Religius. Sejak awal berdirinya, Tangsel sudah diniatkan untuk menjadi Kota Perdagangan dan Jasa. Sebuah niat yang mudah dipahami karena Tangsel tidak banyak memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang berlimpah-ruah. Sebagai penyangga (buffer)dari kawasan-kawasan yang ada di sekelilingnya, untuk sementara ini Tangsel memang pas bila diproyeksikan sebagai Kota Perdagangan dan Jasa. Setidaknya, sejak dua sampai tiga tahun terakhir, proyeksi ini sudah semakin mengemuka. Terlebih lagi, ketika Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2011 – 2016 menegaskan visi Tangsel, yaitu: “Terwujudnya Tangerang Selatan Kota Cerdas, Berkualitas, dan Berdaya Saing Berbasis Teknologi dan Inovasi”.
Lihat saja misalnya, data Profil Investasi Tangsel 2014. Dalam suatu wilayah, pertumbuhan ekonomi dalat ditilik dari aktivitas perekonomian yang memberi tambahan pendapatan masyarakat dalam periode tertentu. Hakikatnya, aktivitas perekonomian masyarakat merupakan proses penggunaan faktor produksi untuk menghasilkan output berupa aliran balas jasa terhadap faktor produksi yang dimiliki masyarakat, sehingga diharapkan pendapatan masyarakat turut meningkat.
Peningkatan laju pertumbuhan ekonomi (LPE) pada 2014 merefleksikan terjadinya peningkatan produksi barang dan jasa oleh para pelaku ekonomi di Tangsel. Dengan melihat inflasi sektoral (dilihat dari perkembangan indeks implisit PDRB) sebesar 3,58 persen, artinya telah terjadi perbaikan pendapatan masyarakat Tangsel pada umumnya. Bila perbaikan tersebut disertai pemerataan pendapatan, akan meningkatkan daya beli masyarakat sebagai faktor utama penggerak perekonomian.
Sebagai ‘anak bungsu’ di Provinsi Banten, LPE Tangsel cukup bagus. Pada 2014, pertumbuhan ekonomi menanjak jadi 8,84 persen. Peningkatan ini disumbang oleh sektor unggulan seperti sektor informasi dan komunikasi yang tumbuh melesat hingga 72,75 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi terendah yakni 0,88 persen terjadi pada pengadaan listrik dan gas.
Kinerja sektor primer (agricultural sector) --- terdiri dari sektor pertanian, pertambangan dan penggalian ---, selama 2014 hanya mencapai 3,06 persen. Malah, untuk sektor penggalian tidak ada pergerakan sama sekali bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Masuk akal, karena apa juga yang bisa digali untuk ditemukan di Tangsel ini? Bisa-bisa malah menciptakan kerusakan lingkungan di kota yang minimalis ini.
Bagaimana dengan sektor sekunder? Terdiri dari sektor industri pengolahan, listrik, gas dan air bersih, serta bangunan, kinerja manufacturing sector ini tumbuh 28.08 persen pada 2014.
Struktur Perekonomian Kota Tangsel Menurut Kategori pada 2013 - 2015. (Sumber: BPS Kota Tangsel)
Struktur Perekonomian Kota Tangsel Menurut Kategori pada 2013 - 2015. (Sumber: BPS Kota Tangsel)
Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany (paling kanan) mengenakan Batik Etnik Tangsel. (Foto: dikti.go.id)
Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany (paling kanan) mengenakan Batik Etnik Tangsel. (Foto: dikti.go.id)
Nah, yang menarik terjadi pada sektor tersier(services sectors) --- terdiri dari sektor perdagangan, hotel dan restoran, pengangkutan dan komunikasi, keuangan, persewaan dan jasa perusahaan serta jasa-jasa. Kinerja sektor ini mencapai pertumbuhan tertinggi dengan 17.40 persen. Kenaikannya diperkirakan karena pendapatan masyarakat Tangsel juga mengalami peningkatan. Sektor perdagangan, hotel dan restoran masih menjadi unggulan investasi di Tangsel dengan andil (basis point) dari LPE yaitu 28 persen pada 2011. Sektor pengangkutan dan komunikasi tetap pada angka 14,87 persen atau sama dengan periode tahun sebelumnya.
Belanja, Kuliner dan MICE
Pada 2013, hampir duapertiga nilai PDRB Tangsel disumbang oleh sektor tersier, dengan nilai yang cukup fantastis: 72,75 persen. Sedangkan sektor sekunder hanya memberi kontribusi: 26,37 persen. Paling buncit adalah kontribusi sektor primer yang cuma 0,02 persen. Tampak kecenderungan bahwa, kontribusi sektor yang tidak berbasis jasa, peranannya makin terus menurun. Sebaliknya yang berbasis jasa, peranannya makin menampakkan peningkatan signifikan.
Kalimat yang sengaja ditebalkan ini menjadi kata kunci, bagi para calon pengusaha untuk memegang kendali dan fokus menggarap lahan-lahan usaha potensial di Tangsel --- dalam hal ini sektor tersier ---, seperti ditampakkan pada laju perkembangan angka-angkanya dari tahun ke tahun.
Pernyataan Kepala Kantor Penanaman Modal Daerah (KPMD) Tangsel, Oting Ruhiyat, boleh jadi bisa kian menguatkan. Seperti dikutip Lensa Investasi Tangsel edisi Desember 2016, ia mengatakan, Tangsel kini telah menjadi salah satu tujuan orang-orang yang ingin berbelanja atau mencicipi kuliner dari tempat-tempat yang ada. Dengan berbagai pusat perbelanjaan, pusat kuliner, Tangsel seringkali dijadikan tujuan warga yang tinggal di kota-kota sekitar. Dilengkapi dengan akses jalan yang baik dan juga infrastruktur yang terus ditingkatkan, tidak salah bila pada masa yang akan datang, Tangsel akan semakin ramai.
Eh, info berikut ini juga masih ada hubungannya loh ya untuk menambah semangat menanamkan modal di Tangsel. Ternyata, pada September 2016, Tangsel dinobatkan sebagai pemenang dua kategori sekaligus, yakni Kota Terbaik (dengan indeks 80.42) juga Kota Potensial Investasi (dengan indeks 85.04) sewaktu perhelatan Attractiveness Award 2016 yang diselenggarakan Tempo Media Groupbersama Frontier. “Besar harapan agar penghargaan yang diterima ini dapat menarik lebih banyak investor,” ujar Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany kala menerima penghargaan tersebut.
Tangsel Mart di Jalan Raya Viktor, Serpong, yang menyediakan segala aneka produk Kota Tangsel. (Foto: Gapey Sandy)
Tangsel Mart di Jalan Raya Viktor, Serpong, yang menyediakan segala aneka produk Kota Tangsel. (Foto: Gapey Sandy)
Aneka produk aromatherapy karya kreatif wirausahawan Tangsel. (Foto: Gapey Sandy)
Aneka produk aromatherapy karya kreatif wirausahawan Tangsel. (Foto: Gapey Sandy)
Tak mau berpuas diri dengan predikat Kota Terbaik dan Kota Potensial Investasi ini, KPMD Tangsel jauh-jauh hari sudah ambil ancang-ancang untuk merancang ‘cetak biru’ Rancangan Umum Penanaman Modal (RUPM) untuk 5 hingga 15 tahun mendatang. Ada tiga fase didalamnya, pertama: fase pengembangan penanaman modal yang strategis dan cepat menghasilkan. Kedua, fase percepatan infrastruktur dan energi. Dan ketiga, fase pembangunan episentrum untuk industri jasa yang berkaitan dengan Meeting Incentives Conferences & Exhibitions (MICE). “Contohnya, seperti membangun Jakarta Convention Center dengan skala yang lebih kecil,” ujar Oting Ruhiyat.
Tuh kan, muncul lagi kebutuhan Tangsel untuk menyiapkan lokasi MICE dengan skala kecil tapi tetap harus lengkap dengan segala piranti layanan hardwaresoftware juga SDM-nya. Ini kata kunci bagi para calon pebisnis yang siap berinvestasi dan berwirausaha di Tangsel. Jangan lewatkan kesempatan, untuk menjadi pebisnis yang tak hanya tangguh tapi yang paling utama adalah mampu pegang kendali sektor bisnis di Tangsel --- kota yang ingin menjadikan Bunga Anggrek van Douglas sebagai lambangnya.
Tidak berlebihan loh, apabila pada masa-masa mendatang, Tangsel dinyatakan sebagai “Kota MICE”. Alasannya, selain karena memang sudah tercantum sebagai perwujudan dalam fase ketiga RUPM KPMD Tangsel, juga karena pertambahan penduduk yang kian meledak, dan daya kemilau perkembangan Tangsel bagi wilayah-wilayah sekitar.
Salah satu produk yang dipasarkan oleh wirausahawan Tangsel. (Foto: Gapey Sandy)
Salah satu produk yang dipasarkan oleh wirausahawan Tangsel. (Foto: Gapey Sandy)
Industri Kacang Sangrai di Kecamatan Setu yang menjadi salah satu ikon usaha Tangsel. (Foto: Gapey Sandy)
Industri Kacang Sangrai di Kecamatan Setu yang menjadi salah satu ikon usaha Tangsel. (Foto: Gapey Sandy)
Selain itu, mari kita coba tilik dari sisi angka. Meski kurang punya obyek wisata, tapi Sektor Pariwisata di Tangsel --- dengan sektor MICE didalamnya --- mulai kelihatan berkembang secara menggembirakan. Hal ini terlihat dari nilai PAD tahun 2014, dimana Sektor Pariwisata menempati urutan kedua dan terjadi kenaikan 9,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Perinciannya: pajak hotelmencapai Rp 14.176.000.000, pajak restoran Rp 129.184.000.000, dan pajak hiburan Rp 28.949.000.000.
Pembangunan industri MICE diyakini punya efek berganda yang sangat besar, karena melibatkan banyak pelaku bisnis, mulai dari hotelrestorantransportasievent organizerbiro perjalanan wisata, hingga UMKM. Lagi-lagi, ini kata kunci apabila para calon pebisnis ingin menanamkan modalnya di Tangsel.
Menyinggung tentang UMKM, geliat perkembangannya di Tangsel menunjukkan perkembangan yang terus ciamik. Apalagi, wadah untuk bergabung bagi para pelaku UMKM juga sudah ada, salah satunya adalah Koperasi UMKM Mandiri Tangsel. Banyak manfaat positif yang bisa diperoleh jika bergabung bersama dengan 148 anggota koperasi baru berusia tiga tahun ini. Sebut saja misalnya, pelatihan manajemen maupun keuangan, hingga selalu diajak berpartisipasi mengisi standmaupun booth pameran manakala ada acara resmi dari Pemkot Tangsel.
Nelty Fariza Kusmilianti (kiri), wirausahawan yang turut melahirkan dan mengembangkan Batik Etnik Tangsel. (Foto: Gapey Sandy)
Nelty Fariza Kusmilianti (kiri), wirausahawan yang turut melahirkan dan mengembangkan Batik Etnik Tangsel. (Foto: Gapey Sandy)
Handajani, wirausahawan Tangsel yang memproduksi Sambal Ikan Asap Cakalang dan Abon Ikan Asap Cakalang. (Foto: Gapey Sandy)
Handajani, wirausahawan Tangsel yang memproduksi Sambal Ikan Asap Cakalang dan Abon Ikan Asap Cakalang. (Foto: Gapey Sandy)
Boleh juga disebut di sini, sejumlah sosok wirausahawan yang sudah lebih dulu bergabung dengan Koperasi UMKM Mandiri Tangsel. Ada Lina Santika Rahmania yang memproduksi sambal spesial “Hj. Lina” dengan aneka varian, yaitu Original, Ekstra Pedas, Sambal Bebek, dan Sambal Ikan Tuna. Sedangkan wirausahawan lainnya Siti Rahmawatiyang terkenal dengan produk Abon Ikan Tongkol dan Abon Ikan Lelenya. Beda dengan Mariana yang punya produk jualan Madu Pahit Asli. Sementara Verra Rahmi, ia berjualan panganan Rengginang dengan label kemasan ‘Vee’. Adapun Handajani, memproduksi Sambal Ikan Asap Cakalang dan Abon Ikan Asap Cakalang.
Di luar koperasi, banyak wirausahawan yang semakin menunjukkan gelagat kesuksesannya dalam berbisnis di Tangsel. Sebut saja misalnya, Bahaudin yang terus meniti sukses dengan bisnis kulinernya. Baha, begitu ia akrab disapa, adalah pemik Resto of Tom Yam yang berlokasi di bilangan Ciputat, dengan menu andalan Tom Yam Kelapa dan Kwetiau Kungpao. Beda dengan Nelty Fariza Kusmilianti yang memilih untuk memproduksi Batik Etnik Tangsel.
Untuk memulai usaha dan mengembangkannya, salah satu faktor utama adalah permodalan. Terkait aspek yang satu ini, salah satu upaya untuk memperoleh produk pembiayaan mikro adalah dengan memanfaatkan layanan Bank Danamon melalui produk DP500 atau Dana Pinjaman Terproteksi 500. Melalui produk perbankan ini, tersedia pinjaman modal usaha dengan plafond kredit mulai Rp 500 juta hingga Rp 1,5 miliar.
Sedangkan bagi yang membutuhkan pengembangan tempat usaha, tersedia produk UKM berupa Kredit Tempat Usaha Ruko atau KTU Ruko.
Nah, ingin seperti para wirausahawan Tangsel itu ‘kan? Tunggu apalagi, sekarang saat yang tepat untuk menjadi wirausahawan sukses seperti mereka. Spirit berwirausaha ini sudah barang tentu senafas dengan yang sedang coba ditularkan oleh Danamon lewat slogannya ‘Saatnya Pegang Kendali’. Bukankah layanan Danamon sudah semakin mudah dijangkau warga Tangsel, lengkap dengan produk Mikro dan UKM yang pasti dapat menjadi solusi, sekaligus pilihan terbaik untuk mendapatkan pembiayaan usaha.
Oh ya, untuk mengetahui pelbagai update paling kiwari mengenai Info Gaya Hidup dan Kiat Cerdas Mengelola Keuangan Personal, jangan lewatkan untuk follow akun Twitter @myDanamonFacebook @myDanamon dan Instagram @myDanamon.

Source : https://www.kompasiana.com/gapey-sandy/apa-saja-bidang-wirausaha-potensial-di-tangsel_592b74dc557b61a85cf77f2d

MAHYUDIN: 45 PERSEN ORANG BERAGAMA DI INDONESIA TIDAK PAHAM TOLERANSI

Wakil Ketua MPR RI Mahyudin ST. MM. melakukan sosialisasi 4 Pilar MPR di hadapan mahasiswa-mahasiswi Universitas Lampung, Rabu (7/9/2016). Pada kesempatan tersebut Mahyudin menyampaikan kekhawatirannya akan sejumlah tantangan bangsa berupa intoleransi dan disintegrasi.
"Sebelum ke sini saya membaca survei bahwa 45 persen orang beragama di Indonesia tidak memahami toleransi. 7,7 persen tertarik ikut kegiatan radikal. Ini berdasarkan survei majalah Tempo. Saya harap angka sebenarnya tidak sebesar itu tapi ini cukup menjadi perhatian," ujar Mahyudin.
Selain itu, menurutnya Indonesia saat ini juga dihadapkan pada sejumlah tantangan integrasi bangsa. Beberapa di antaranya seperti pemahaman agama yang sempit sehingga muncul radikalisme dan terorisme. Ia mencontohkan peristiwa teror di Geteja Stasi Santo Yosep Sumatra Utara.
Mahyudin mengatakan, pemahaman akan sila pertama yaitu Ketuhanan yang Maha Esa seakan tidak lagi ada. Perbedaan keyakinan menjadi pemicu konflik. Kemudian, saat ini mulai timbul juga rasa kedaerahan yang terlalu tinggi sehingga mengarah pada rasisme.
"Ironisnya rasa kedaerahan berlebih tersebut malah ada yang disuarakan di hadapan publik oleh calon-calon pemimpin daerah dalam kampanye," ujarnya lagi.
Tantangan dari dunia secara global juga tak kalah mengerikan menurutnya. Dampak globalisasi yang tak terbendung dan tidak berimbang dengan kuatnya rasa kebangsaan akan berdampak buruk.
"Benar juga kata Bung Karno 'peperangan saya lebih mudah daripada peperanganmu' karena kita melawan sesuatu yang tidak terlihat secara jelas sebagai penjajahan tapi secara tidak disadari melunturkan nasionalisme," kata politikus partai Golkar tersebut.
Mahyudin berharap seluruh anggota MPR dapat menjadi penggerak sosialisasi pemahaman 4 Pilar MPR RI. Tujuannya untuk mempertebal rasa kebangsaan. Selain itu kontribusi semua elemen masyarakat, termasuk akademisi dan mahasiswa yang merupakan kaum intelektual juga perlu sebagai perpanjangan tangan dari MPR. 

Rabu, 7 September 2016 | 13:23 WIB
https://lipsus.kompas.com/mpr/berita/read/2016/09/07/13234451/mahyudin.45.persen.orang.beragama.di.indonesia.tidak.paham.toleransi









Rizal Ramli Akui Presiden Jokowi "All Out" Bangun Infrastruktur


Mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli mengakui pembangunan infrastruktur pada masa pemerintahan Joko Widodo mendapatkan perhatian maksimal bila dibandingkan pemerintahan sebelumnya. 

"Memang dia all out terhadap infrastruktur. Kita harus (beri) kredit kepada pemerintah," kata Rizal dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia di Jakarta, Jumat (11/5/2018). Menurut dia, maksimalnya perhatian Presiden lantaran banyak infrastruktur yang semestinya telah beroperasi sejak beberapa tahun lalu, namun tak kunjung dibangun. Terutama, infrastruktur di luar Pulau Jawa.

"Karena pembangunan infrastruktur kebanyakan di Jawa, di daerah-daerah nyaris sedikit, sehingga perbedaan Jawa dan luar Jawa itu jauh sekali. Apalagi di Indonesia timur," sebut Rizal. 


Jembatan Klodran di Tol Solo-Kertosono(RODERICK ADRIAN MOZES/Kompas.com) Tak heran pula bila dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah terus menambah anggaran percepatan pembangunan infrastruktur. 

Di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, misalnya, anggaran yang dialokasikan naik dari Rp 103,1 triliun pada 2017 menjadi Rp 106,3 triliun untuk tahun ini. Rizal tak menampik manfaat pembangunan infrastruktur di kawasan Indonesia timur bisa langsung dirasakan masyarakat dalam waktu singkat. 

Beberapa wilayah membutuhkan jangka waktu menengah bahkan panjang, untuk merasakan langsung dampak dari pembangunan tersebut. 

"Tapi itu pilihan, dan pilihan itu diperlukan untuk mengurangi kesenjangan di Indonesia," kata dia. 

Tol Trans-Sumatera di Lampung.(Dokumentasi Hutama Karya) 
Berbeda dengan Rizal, Ketua Komisi V DPR dari Partai Gerindra Fary Menurut Ketua Komisi V DPR Fary Djemy Francis justru menganggap pembangunan infrastruktur hanya menjadi ajang pencitraan bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menghadapi kontestasi politik pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. "Kita lihat semua target-target berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, itu ujungnya kalau tidak harus diselesaikan 2018, 2019," kata Fary. Pencitraan tersebut, lanjut Fary, terlihat dari banyaknya pemberitaan tentang pembangunan infrastruktur yang muncul di media massa, baik cetak maupun elektronik. 

Padahal, bila dilihat dari anggaran yang dialokasikan, sebenarnya tidak terlalu besar. Gerbang Tol Madiun di Tol Ngawi-Kertosono(Kementerian PUPR) 

Ia menjelaskan, pada 2015 lalu, anggaran pembangunan yang diusulkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebesar Rp 114,8 triliun, sementara yang disetujui Rp 110,8 triliun. 

Kemudian pada 2016, anggaran yang disetujui senilai Rp 98,1 triliun dari usulan Rp 169,4 triliun. Sementara pada 2017 anggaran yang diberikan di bawah 50 persen dari usulan Rp 209 triliun, yakni hanya Rp 103,1 triliun yang disetujui. Terakhir pada tahun ini, dari kebutuhan Rp 221,3 triliun, anggaran yang disetujui untuk Kementerian PUPR hanya Rp 106,2 triliun.


Penulis : Dani Prabowo
Editor : Hilda B Alexander

Source : https://properti.kompas.com/read/2018/05/11/203000921/rizal-ramli-akui-presiden-jokowi-all-out-bangun-infrastruktur-

15 Tahun Berdagang Batagor, Wukir Sudah 4 Kali Berhaji ke Tanah Suci

Penampilan Haji Wukir sehari-hari berjualan batagor biasa saja, memakai topi fedora, baju koko dan celana katun sambil mendorong gerobaknya.

Sudah 15 tahun Haji Wukir berjualan batagor di sekitar Karawaci, Kota Tangerang, Banten.
Saban menjelang salat Jumat, pria asal Klaten itu selalu mampir untuk salat Jumat di Masjid Raya Asmaul Husna di Jalan Boulevard Raya Gading Serpong No.29.
Dari hasil berjualan batagor, rupiah demi rupiah ia tabung dan hasilnya sudah empat kali Haji Wukir bertamu ke Kakbah, menunaikan haji.

"Memang saya rajin menabung untuk ibadah haji mas," cerita Haji Wukir kepada TribunJakarta.com, Jumat (23/2/2018).
Memang ada bantuan dari sanak saudara tapi dia tidak mengandalkan sepenuhnya.

Awal pertama ia berangkat haji pada 2005, lalu berangkat lagi dua tahun berikutnya.
Pada 2010, ia berangkat untuk ketiga kalinya dan terakhir pada 2015.

Haji Wukir mengaku sedang menabung untuk berangkat menunaikan rukun Islam kelima itu untuk kelima kalinya.
"Pelan-pelan saya sedang menabung untuk berangkat lagi mas," kata Wukir sambil memotong batagor.
Selama masih sanggup secara fisik dan ekonomi, Haji Wukir akan terus mengunjungi Tanah Suci sebagai tamu Allah.

Source : http://jakarta.tribunnews.com
Editor: Y Gustaman

Tuesday, 15 May 2018

17 Ide Usaha Sampingan untuk Karyawan Bermodal Kecil

Usaha sampingan untuk karyawan adalah sesuatu yang lumrah dan tidak dilarang oleh perusahaan. Sayangnya, banyak karyawan yang belum memulai usaha sampingannya karena alasan modal.
Banyak juga karyawan yang beranggapan harus memiliki modal besar untuk menjalankan sebuah bisnis sampingan. Tak heran, beberapa dari mereka meminjam uang ke bank sebagai modal usaha.
Besar kemungkinan, jika tidak dikelola dengan baik, pinjaman tersebut akan membebani usahanya.
Ujung-ujungnya, bukan penghasilan tambahan yang diperoleh, namun stres dan pusing karena harus membayar cicilan dan bunga pinjaman tersebut.
Berita baiknya, Anda bisa menjalankan usaha sampingan dengan modal kecil. Berikut 17 ide usaha sampingan yang perlu Rp 10 juta atau kurang untuk memulainya.

1. Jasa Laundry

Sekarang ini banyak orang yang ingin serba praktis, tidak terkecuali dalam urusan mencuci dan menyetrika pakain. Ini adalah peluang bagi Anda yang ingin memulai jasa laundry.
Agar menguntungkan, hal pertama yang perlu Anda pertimbangkan adalah pangsa pasar. Sebaiknya cari tempat yang banyak mahasiswa dan karyawan swasta (atau pegawai negeri sipil).
Mengapa? Karena mahasiswa dan karyawan adalah pangsa terbesar jasa ini.
Dengan demikian, tidak mengherankan kalau keuntungan yang akan Anda peroleh sebesar 15%-25% (asumsi tarif laundry Rp 4.000 s.d Rp 6.000 per kilogram).
Untuk urusan modal, Anda cukup punya uang Rp 10 juta. Malahan, menurut beberapa artikel yang saya baca, Anda bisa memulainya dengan modal Rp 7,5 juta saja.
Uang tersebut setengahnya untuk membeli sebuah mesin cuci satu tabung otomatis dan sebuah mesin pengering.
Setengahnya lagi untuk membeli perangkat pendukung (misalnya timbangan, plastik, dan setrika) dan gaji seorang pegawai (Rp 500 ribu s.d Rp 1 juta per bulan).

2. Menjual pulsa elektrik

Menjual pulsa merupakan ide bisnis yang menjajikan karena meningkatnya pengguna telepon seluler. Kabarnya, seorang pebisnis pulsa di Jakarta memiliki omset Rp 20 triliun setahun.
Jika Anda ingin berbisnis pulsa, Anda bisa memilih pulsa elektrik sebagai tahap awal. Selain tidak berbentuk kartu yang perlu tempat, pulsa elektrik diaktifkan melalui telepon genggam Anda sehingga relatif tidak merepotkan.
Untuk memulai bisnis pulsa elektrik, modal yang Anda sediakan tidak banyak, yaitu berkisar dari Rp 1 juta s.d Rp 3 juta. Calon konsumen Anda bisa saja teman sepekerjaan atau tetangga rumah Anda.

3. Menjual makanan untuk sarapan

Menyediakan makanan untuk sarapan merupakan ide bisnis sampingan yang menjanjikan bagi Anda. Hal ini karena banyak karyawan yang kerepotan menyediakan sendiri sarapannya.
Menariknya lagi, Anda bisa memanfaatkan halaman depan rumah Anda untuk menjual makanan tersebut. Selain itu, menu yang Anda tawarkan bisa beragam, antara lain bubur ayam, nasi uduk, nasi kuning, dan gorengan.
Jika Anda sudah beristri, menu tersebut mudah dibuat, bukan?
Modal yang perlu Anda miliki untuk memulai usaha ini sekitar Rp 4 juta per bulan. Sekitar 80% uang tersebut untuk membeli bahan baku, misalnya telur, beras, daging ayam, tahu, tempe, dan sayuran.
Sisanya untuk membeli bahan bakar dan transportasi. Dengan modal sebesar itu, Anda berpeluang mendapatkan penghasilan bersih sebesar Rp 2 juta per bulan.

4. Menjual foto di internet

Jika Anda hobi fotografi, Anda bisa menghasilkan uang dari foto-foto yang Anda hasilkan. Caranya adalah dengan menjual foto tersebut secara online.
Untuk tahap awal, cobalah dua situs penjualan foto terpuler ini: Istockphoto.com (komisi 15% per foto) dan ShutterStock.com (komisi 20-30%). Setelah itu, situs-situs lain yang bisa dicoba adalah Fotolia.com dan StockFresh.com.
Siapkan juga akun PayPal Anda agar Anda mudah menerima komisi yang diperoleh dari situs-situs tersebut.
Modal yang perlu Anda siapkan untuk usaha sampingan ini dapat dibilang tanpa modal. Asumsinya Anda menggunakan kamera digital yang Anda miliki dan dana koneksi internet dimasukkan dalam anggaran bulanan Anda.

5. Membuat blog

Anda sadari atau tidak, ngeblog sedang ngetren dalam lima tahun terakhir. Oleh karena itu, ngeblog bisa Anda jadikan sebagai pekerjaan sampingan untuk menghasilkan uang tambahan.
Contohnya, saat saya menjadi karyawan swasta dulu, saya melakukan hal tersebut.
Pondasi untuk menghasilkan banyak uang dari blog adalah postingan berkualitas. Anda bisa mencobanya dengan menulis postingan sesuai pekerjaan Anda sekarang.
Sebagai contoh, jika Anda bekerja sebagai teknisi listrik, Anda bisa membuat blog dengan topik kelistrikan. Strategi ini akan memudahkan Anda dalam pembuatan postingan.
Mengapa? Sederhana saja, karena Anda sudah tahu dan mengalami apa yang hendak ditulis.
Berita bagus lainnya adalah modal yang perlu Anda sediakan untuk memulai ngeblog paling banyak Rp 1 juta setahun. Asumsinya, Anda membeli domain dan hosting di penyedia hosting lokal, dan membuat postingan sendiri.
Bahkan, bisa tanpa modal jika Anda menggunakan platform blog gratisan, misalnya Blogspot.com.
Blog menghasilkan uang dari mana saja? Silakan temukan jawabannya pada postingan saya di Blogodolar yang berjudul 10 Cara Menghasilkan Uang dari Blog Berbahasa Indonesia Anda.
Sekadar informasi, jika Anda ingin mempelajari langkah-langkah membangun blog dari nol hingga menghasilkan uang, silakan pelajari di ebook saya yaitu Make Money Blogging: Panduan Tahap demi Tahap Menghasilkan Uang dari Blog.

6. Membuat toko online

Seperti halya ngeblog, membuat toko online juga sedang ngetren. Salah satu alasannya adalah gaya berbelanja masyarakat sekarang yang mulai bergeser ke gaya berbelanja online.
Di lihat dari sisi barang yang dijual, Anda bisa menjual barang sendiri atau barang orang lain. Barang fisik yang umum dijual para pelaku toko online adalah pakain, obat herbal, kerajinan khas daerah, tas, dan kaos.
Sementara itu, barang digital yang populer dijual adalah ebooksoftware, musik, themeplugin, dan video tutorial.
Modal yang perlu Anda siapkan untuk membuat toko online tidak besar. Sebagai contoh, modal Anda bisa seperti modal ngeblog di atas jika Anda mampu mendesain sendiri toko online Anda.
Jangan khawatir, karena sekarang ini banyak template gratis toko online. Sekalipun harus membeli, banyak juga template yang harganya di bawah Rp 300 ribu.
Tidak mau atau tidak bisa membuat toko online sendiri berbasis web? Tidak masalah. Anda bisa membuat toko online di marketplace. Dua marketplace yang populer di Indonesia adalah BukaLapak dan Tokopedia.
Hal menarik lain mengenai toko online adalah Anda tidak harus repot mengirim barang jika Anda menggunakan sistem dropshipping. Para dropshipper-lah yang akan mengirim barang tersebut ke pembeli Anda.
Salah satu dropshipper lokal yang bisa Anda coba adalah Supplier.id.

7. Jasa cuci motor

Di lingkungan Anda banyak pemilik motor? Jika ya, mengapa tidak Anda coba membuat jasa cuci motor.
Jenis usaha sampingan ini relatif mudah dibanding jasa cuci mobil. Dari sisi peralatan pun cukup sederhana, Anda hanya perlu menyediakan pompa air, kompresor, kain lap, shampoo motor, dan peralatan semir ban motor.
Sementara itu, dari sisi modal, Anda cukup memiliki Rp 2 juta untuk memiliki jasa cuci motor sederhana. Modal ini lebih besar (Rp 10 juta) jika Anda ingin membuat jasa cuci motor yang lebih profesional.
Alokasinya adalah Rp 2 juta untuk sewa tempat, Rp 5 juta untuk membeli peralatan, dan Rp 3 juta untuk gaji seorang pegawai dan biaya operasional.

8. Jual beli motor bekas

foto motor bekas
Jual beli motor bekas bisa juga Anda coba untuk memulai bisnis sampingan. Selain tidak merepotkan, usaha sampingan ini memiliki supply dan demand yang besar.
Faktanya, menurut majalah Kontan, penjualan motor Honda untuk bulan Maret 2015 mencapai 386.100 unit.
Kekurangan usaha ini adalah banyak motor yang tidak lengkap surat-surat kendaraannya, onderdil aslinya sudah diganti dengan yang palsu, dan hasil curian.
Untuk memulai jual beli motor, Anda tidak mesti memiliki modal besar. Bahkan, Anda tidak perlu modal uang jika Anda sebagai makelar.
Cukup dengan modal kepercayaan saja, Anda bisa meraup sejumlah keuntungan. Misalnya, motor bekas milik tetangga Anda tawarkan ke sejumlah rekan kerja Anda.
Salah satu dari mereka membeli motor tersebut sehingga Anda mendapatkan sejumlah keuntungan. Belum lagi bila Anda mendapat komisi dari pemiliki motor tersebut.
Jika pun harus mengeluarkan modal, mulailah dengan membeli motor bekas di bawah Rp 10 juta. Dengan modal tersebut, Anda bisa memiliki dua motor bebek bekas yang siap dijual.
Perihal harga, sesekali pantau harga motor bekas secara online. Misalnya saja, harga motor bekas Yamaha di OLX.co.id.

9. Membuat warkop sederhana

Ide bisnis sampingan lain yang bisa Anda coba adalah membuat warung kopi (warkop) sederhana. Usaha ini sangat cocok bila lokasi rumah Anda atau tempat yang Anda sewa terletak di seputar kampus atau kawasan industri.
Secara hitung-hitungan di atas kertas, bisnis warkop sangat menjanjikan karena keuntungan yang diperoleh bisa berlipat-lipat.
Sebagai contoh, modal segelas kopi adalah Rp 2.000 dan Anda menjualnya seharga Rp 4.000.
Selain itu, Anda juga bisa menjual makanan dan minuman lain, seperti jus, teh manis, gorengan, dan mie instan rebus/goreng. Menarik bukan?
Bukan hanya itu, warkop sederhana ini bisa Anda perbesar nantinya jika omsetnya terus bertambah.
Dengan demikian, mungkin saja Anda mengikuti jejak Yayank S. Sahara yang sukses berbisnis kedai kopi sekelas kedai kopi merek ternama.
Berapa modal yang diperlukan untuk memulai usaha warkop sederhana? Anda bisa memulainya dengan modal Rp 10 juta.
Uang tersebut sebagian besar dialokasikan untuk membeli sejumlah peralatan (gelas, sendok, kursi, meja, dan lain-lain) dan menyewa tempat jika bukan menggunakan rumah Anda.

10. Jasa desain grafis

Anda karyawan yang bekerja di perusahaan desain grafis atau menyukai desain grafis? Anda bisa menghasilkan uang dari keterampilan tersebut.
Sebagai contoh, Anda bisa membuat jasa desain kartu nama, logo, baju, maskot, poster, booth dan interior.
Jangan khawatir kalau di lingkungan tempat kerja Anda belum atau tidak ada konsumennya. Anda bisa memanfaatkan pasar desainer online yang ada di Indonesia, seperti Sribu.com dan Projects.co.id.
Bila bisa berbahasa Inggris, Anda bisa mencoba pasar desainer internasional untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
Beberapa situs luar negeri yang biasa digunakan desainer graifis Indonesia adalah 99designs.comElance.com, dan Upwork.com (dulu bernama Odesk.com).
Perihal modal, jika Anda menggunakan pasar desain online, Anda cukup punya uang untuk membayar koneksi internet saja sepanjang Anda menggunakan perangkat atau software desain yang Anda miliki.
Terlebih, jika Anda rutin tiap bulan mengeluarkan dana untuk internetan, bisa dibilang jasa desain grafis onlineini tanpa modal.

11. Jasa les privat

Anda memiliki keterampilan dalam berbahasa atau bermusik? Jika ya, keterampilan tersebut bisa Anda jadikan usaha sampingan dengan mendirikan jasa les privat.
Bukan hanya menghasilkan uang, les privat tersebut bisa juga mengasah keterampilan Anda sehingga Anda tidak melupakannya.
Sebagai contoh, Anda yang mahir berbahasa Inggris bisa membuka kursus bahasa Inggris untuk anak-anak sekolah dasar yang ada di lingkungan tempat tinggal Anda.
Anda yang pintar bermain gitar atau piano bisa membuka les privat gitar atau piano di rumah Anda.
Biaya les privat yang harus dibebankan terhadap peserta bergantung pada kondisi ekonomi di tempat Anda. Jika kondisi ekonomi masyarakat kurang, tetapkan harga kursus setengahnya dari harga di kota besar.
Jika sebaliknya, tetapkan harga yang sama dengan harga les privat serupa di kota besar. Harga tersebut bisa Anda peroleh dengan mencarinya di internet atau bertanya kepada teman Anda yang berdomisili di kota besar.
Jika Anda ingin membuat les privat yang sederhana namun cukup nyaman bagi peserta, Anda cukup mengeluarkan biaya di bawah R p1,5 juta dengan asumsi Anda tidak menyewa tempat kursus.
Modal ini untuk membeli kursi, meja, papan tulis, spidol, penghapus, dan air mineral.

12. Menjual pakaian murah

Menjual pakaian murah bisa Anda lakukan untuk membuat bisnis sampingan. Selain sebagai kebutuhan primer manusia, pakaian juga tahan lama.
Kekurangan bisnis ini adalah biasanya banyak orang yang mengutang sehingga menghambat perputaran modal dan keuntungan Anda.
Berapa modal yang harus Anda miliki untuk memulai usaha menjual pakaian murah? Untuk tahap awal, Anda cukup punya Rp 10 juta untuk membeli sejumlah pakaian murah dari sejumlah grosir.
Sebagai contoh, Dewagrosir.com menawarkan bermacam-macam pakaian murah, antara lain daster seharga Rp 18 ribu, mukena bali Rp 57 ribu, busana muslim Rp 25 ribu, dan sarung tenun Rp 28 ribu.
Untuk membandingkan harga-harga tersebut dan mencari tahu harga pakaian lain seperti baju anak, baju tidur, dan kaos distro, silakan Anda kunjungi situs-situs grosir pakaian berikut:

13. Jasa menjahit pakaian

Istri Anda pintar menjahit pakaian? Mengapa keterampilannya tersebut tidak Anda wadahi dengan membuat jasa menjahit pakaian.
Selain memaksimalkan hari istri Anda (misalnya punya banyak waktu luang karena anak-anak sedang sekolah), usaha ini juga relatif tidak perlu ruangan khusus. Anda bisa memanfaatkan ruang keluarga untuk memulainya.
Meskipun demikian, istri Anda sebaiknya memiliki ide-ide kreatif tentang model pakaian agar jasa menjahit Anda bisa bersaing dengan jasa menjahit yang sudah Anda.
Dari sisi modal, Anda bisa memulainya dengan uang sebesar Rp 2 juta. Menurut situs peluangusahakecil.co, uang tersebut digunakan untuk membeli mesin jahit, mesin obras, dan sejumlah perlengkapan lain.

14. Jasa penerjemahan

Jika Anda seorang karyawan yang mahir suatu bahasa, Anda bisa menghasilkan uang dengan membuka jasa penerjemahan.
Usaha sampingan ini relatif tidak merepotkan karena Anda bisa lakukan sebelum atau sesudah kerja. Bahkan, jika Anda libur, Anda bisa optimal menjalankan usaha ini.
Jasa penerjemahan bisa dibilang tanpa modal jika Anda sudah memiliki laptop, mesin cetak, dan tiap bulannya rutin internetan.
Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan Google Translate jika Anda sekarang tidak punya kamus untuk melihat arti kata-kata asing yang Anda tidak ketahui.
Anda bisa membuka jasa penerjemahan ini di lingkungan tempat tinggal Anda atau bergabung di pasar onlineyang menyediakan jasa penerjemahan.
Dua situs yang bisa Anda coba adalah Freelancer Indonesia dan Sribulancer.

15. Jasa pengetikan

Seperti halnya jasa penerjemahan, Anda umumnya tidak perlu modal menjalankan jasa pengetikan. Meskipun demikian, jasa pengetikan sebaiknya Anda pilih jika Anda tinggal di lingkungan sekolah atau kampus.
Jamak diketahui, banyak siswa dan mahasiwa yang malas mengetik tugas atau skripsinya.
Perihal tarif, Anda bisa menawarkan tarif per halaman atau jumlah kata. Sebagai contoh, Rp 2.000 untuk per halaman.

16. Menjual aneka kue

Istri Anda hobi membuat aneka kue? Hobi tersebut bisa Anda maksimalkan untuk membuka toko aneka kue.
Anda bisa menjual kue basah maupun kue kering. Kue basah antara lain brownies kukus, bika ambon, dadar gulung, banana cake, bolu coklat, lapis legit, klepon, apem, onde-onde, dan kue cucur.
Resep-resep aneka kue basah tersebut bisa Anda baca di situs ini. Sementara itu, kue kering yang bisa Anda jual antara lain walnut cream cheesesandwich coklat mint, nastar nanas, putri salju, cookies lemon, dan kukis selai kacang coklat.
Jika belum tahu resep membuat kue-kue kering tersebut, silakan lihat di bacaresepdulu.com.
Berapa modal yang harus dikeluarkan untuk memulai bisnis sampingan aneka kue? Tidak terlalu banyak.
Menurut Bisnisukm.com, Anda bisa membuka toko aneka kue dengan modal Rp 10 juta selama satu bulan pertama dengan asumsi Anda tidak menyewa tempat.
Rinciannya, Rp 9 juta untuk bahan baku (Rp 300 ribu x 30 hari), Rp 300 ribu untuk biaya gas, dan Rp 250 ribu untuk biaya listrik dan air.

17. Makelar properti

Di lingkungan tinggal Anda ada perumahan atau apartemen baru? Jika ya, Anda bisa menjadi makelar properti tersebut dengan menawarkan ke teman-teman kerja Anda.
Tentu saja, Anda harus bekerja sama dulu dengan pihak pemasaran properti tersebut sehingga Anda tahu batas profit atau bonus yang akan Anda dapatkan seandainya Anda bisa menjual sebuah unit atau lebih.
Untuk menjadi makelar properti, Anda tanpa perlu modal dalam bentuk uang. Modal yang Anda perlukan berupa kepercayaan, baik dari pemilik atau calon pembeli properti.
Selain itu, Anda mesti memiliki sedikit ilmu pemasaran agar lancar menawarkan properti ke teman-teman kerja Anda atau orang lain.

Penutup

Modal kecil mestinya bukan menjadi penghambat Anda dalam memiliki usaha sampingan karena banyak usaha sampingan untuk karyawan bermodal kecil.
Jadi, pilih salah satu dari 17 ide usaha sampingan di atas yang cocok dengan situasi dan kondisi Anda.
Setelah itu, buat rancangan bisnisnya sehingga Anda bisa mengelola usaha sampingan tersebut dengan baik, tanpa mengganggu produktivitas kerja Anda sebagai karyawan. (Sumber gambar: Jorge Quinteros dan Kompas.com)
Source : https://www.duniakaryawan.com/17-ide-usaha-sampingan-untuk-karyawan-bermodal-kecil/

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India