Tuesday, 20 March 2018

Jokowi Didukung Penuh Oleh ABRI untuk Menegakkan NKRI




Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sempat menyinggung soal politik negara yang dilakukan oleh TNI, saat menyampaikan pada upacara peringatan HUT ke-72 TNI, di Dermaga PT Indah Kiat, Cilegon, Banten, Kamis (5/10/2017). Acara ini dihadiri oleh Presiden Joko Widodo. "Pada saat yang sama, saya tegaskan pula bahwa politik TNI adalah politik negara," ujar Gatot. Menurut Gatot, politik negara merupakan politik yang diabdikan bagi tegaknya NKRI, ketaatan prajurit terhadap hukum, dan menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan apapun. Selain itu, kata Gatot, TNI akan selalu taat kepada atasan, yakni Presiden RI yang dipilih secara sah sesuai konstitusi.

Baca: Panglima TNI Yakinkan Presiden Jokowi soal Kesetiaan TNI 

Dia juga meminta agar Presiden Jokowi tidak meragukan kesetiaan TNI terhadap pemerintah. "Sekali lagi jangan ragukan kesetiaan TNI," kata Gatot. Sebelumnya, saat menjadi memberikan amnah sebagai inspektur upacara HUT TNI, Presiden Joko Widodo meminta TNU untuk tidak terlibat dalam politik praktis. Jokowi menegaskan bahwa politik TNI adalah politik negara. Dalam amanatnya itu, ia menyampaikan pesan pahlawan nasional Jenderal Sudirman tentang politik TNI. 

Baca: Jokowi Jalan Kaki Menuju Upacara HUT TNI, Panglima TNI Minta Maaf 

"Saya ingat pesan Jenderal Sudirman tentang jati diri TNI yang saya yakin sangat relevan sampai sekarang. Bahwa politik tentara, politik negara, politik TNI adalah politik negara. Loyalitas TNI adalah loyalitas negara," ujar Jokowi. Jokowi berpesan kepada seluruh prajurit TNI untuk patuh dan tunduk hanya untuk kepentingan negara, serta tak masuk ke kancah politik praktis. "TNI adalah milik nasional yang berada di atas semua golongan, yang tak terkotak-kotak dengan kepentingan politik yang sempit dan tak masuk ke kancah politik praktis. Yang selalu menjamin netralitas politik di NKRI ini," ujar Jokowi. 


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Di Hadapan Presiden Jokowi, Gatot Nurmantyo Tegaskan soal Sikap Politik Negara TNI", https://nasional.kompas.com/read/2017/10/05/17280231/di-hadapan-presiden-jokowi-gatot-nurmantyo-tegaskan-soal-sikap-politik
Penulis : Kristian Erdianto


JAKARTA, KOMPAS.com - 

Presiden Joko Widodo (tengah) berbincang dengan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kedua kiri) , Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Ade Supandi (kiri), Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Moelyono (kedua kanan) dan Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kanan) pada acara Upacara Parade dan Defile HUT ke-72 TNI Tahun 2017 di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten Kamis (5/10/2017). Perayaan HUT ke-72 TNI mengusung tema Bersama Rakyat TNI Kuat.
Presiden Joko Widodo (tengah) berbincang dengan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (kedua kiri) , Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Ade Supandi (kiri), Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Moelyono (kedua kanan) dan Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kanan) pada acara Upacara Parade dan Defile HUT ke-72 TNI Tahun 2017 di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten Kamis (5/10/2017). Perayaan HUT ke-72 TNI mengusung tema Bersama Rakyat TNI Kuat.(ANTARA FOTO/SETPRES/AGUS SUPARTO)

Joko Widodo masih menjadi tokoh dengan elektebilitas tertinggi sebagai calon presiden 2019. Berdasarkan survei Alvara Research Center, elektabilitas Jokowi mencapai 46,1 persen, unggul dari Prabowo 26,5 persen. Namun siapakah tokoh yang paling disetujui oleh responden sebagai calon wakil presiden Jokowi di 2019? "Mayoritas responden menyatakan setuju jika dalam Pilres 2019 Jokowi berpasangan dengan Gatot Nurmantyo," ujar CEO Alvara Hasanuddin Ali di Jakarta, Jumat (23/2/2018). Berdasarkan survei Alvara, sebanyak 61,9 persen responden menyatakan setuju bila Jokowi menggandeng Gatot Nurmantyo yang merupakan mantan Panglima TNI. Sisanya, 38,1 persen menyatakan tidak setuju. 

Baca juga: PDI-P: Pemilihan Cawapres Jokowi Lewat Dialog, Bukan Lihat Siapa Pasang Spanduk 

Di bawah Gatot, ada nama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Sebanyak 59,6 persen responden menyatakan setuju pria yang kerap disapa Cak Imin itu menjadi pendamping Jokowi. Sisanya sebanyak 40,4 persen responden tidak setuju. Saat nama Jokowi dipasangkan dengan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), 55,5 persen responden menyatakan setuju dan 44,5 persen menyatakan tidak setuju. Mayoritas responden 53 persen juga setuju Jokowi berpasangan dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Sisanya, 47 persen menyatakan tidak setuju. Sementara saat nama Jokowi dipasangkan dengan Gubernur DKI Anies Baswedan, mayoritas responden justru tidak setuju. Angka yang tidak setuju mencapai 50,4 persen. 

Elektabilitas cawapres 

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi nama teratas dengan elektabilitas mencapai 17,2 persen, sebagai Cawapres di Pilpres 2019. Di bawah AHY, ada Gatot Nurmantyo dengan 15,2 persen, lalu ada Jusuf Kalla 13,1 persen, Anies Baswedan 9,3 persen, dan Muhaimin Iskandar 8,9 persen. Alvara menilai persaingan kletat akan terjadi untuk memperebutkan posisi bakal Cawapres untuk Jokowi di Pemilu 2019. Melihat kombinasi pemimpin yang diinginkan publik, tiga tokoh dinilai akan bersaing. 

Baca juga: Poltracking: Demokrat Bisa "Jual" AHY Cawapres ke Jokowi atau Prabowo 

Pertama, AHY sebagai representasi tokoh muda. Kedua, Muhaimin Iskandar sebagai refresentasi tokoh Islam. Ketiga, Gatot Nurmantyo sebagai refresentasi tokoh militer. Saat disodorkan simulasi Capres-Cawapres, perpaduan sipil militer disukai oleh 93,2 persen responden. Sementara perpaduan tokoh nasionalis-Islam disukai 89,9 persen, Jawa-luar Jawa disukai 82,4 persen, dan tua-muda 84,7 persen. Survei ini dilakukan dengan metode wawancara tatap muka kepada 2.200 responden yang berusia 17 – 65 tahun dengan margin error 2 persen. Survei dilaksanakan pada 15 Januari- 7 Februari 2018 di enam wilayah besar yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Survei Alvara: Gatot Nurmantyo, Tokoh yang Paling Disetujui Jadi Cawapres Jokowi", https://nasional.kompas.com/read/2018/02/23/17233871/survei-alvara-gatot-nurmantyo-tokoh-yang-paling-disetujui-jadi-cawapres.
Penulis : Yoga Sukmana
Editor : Sabrina Asril

0 comments:

Post a comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India